0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Miris, 31.500 Hektare Hutan Mangrove di Jawa Barat Rusak

(merdeka.com)

Timlo.net – Sekitar 31.500 hektare hutan mangrove di Jawa Barat mengalami kerusakan. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Sebab, mangrove mempunyai peranan penting menjaga kelestarian lingkungan hidup khususnya di laut maupun pantai.

“Hanya 1.500 hektare hutan mangrove di Jawa Barat dalam kondisi baik,” kata Direktur Jenderal Aliran Sungai dan Hutan Lindung pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hilman Nugroho di Bekasi, Kamis (27/4).

“Fungsi mangrove sangat penting, bahkan tanaman mangrove bisa multifungsi,” lanjut Hilman.

Dia mencontohkan, mangrove dapat menahan abrasi di laut, sehingga lahan dataran di pinggir pantai tetap aman, tak sampai terkikis.

“Mangrove bisa menyimpan makanan untuk ikan, oksigennya tinggi, serapan karbon besar ketimbang tanaman darat, hasil panen bisa untuk makanan, minuman, serta bahan membatik,” kata dia.

Dia mengapresiasi kepada PT Jababeka Infrastruktur yang menanam 10.000 mangrove di perairan Muaragembong tepatnya di Desa Pantaibakti.

“Daerah tersebut masuk dalam wilayah kritis akibat abrasi, dengan total kerusakan mencapai 600 hektare,” ujarnya.

Dia menambahkan, kesadaran perusahaan untuk menanam mangrove cukup penting. Apalagi, kata dia, terdapat 1.600 perusahaan di kawasan industri Jababeka.

“Kalau 10 perusahaan bisa menanam untuk 10 hektar, maka persoalan mangrove di Jawa Barat selesai dalam waktu dua tahun,” katanya.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge