0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Pemilihan, Pemerintah Inggris Kuatir Dengan Berita Palsu

Fitur melaporkan berita palsu di Facebook. (Dok: Timlo.net/ Ubergizmo. )

Timlo.net—Berita palsu atau hoax merupakan sebuah masalah besar. Baru-baru ini negara Perancis mencoba mengatasi masalah penyebaran berita palsu. Rupanya berita hoax itu ramai tersebar di sosial media menjelang pemilihan umum. Perancis bukanlah satu-satunya negara yang mengungkapkan kekuatirannya terhadap penyebaran berita palsu. Pemerintah Inggris juga kuatir.

Berbicara kepada The Guardian, kepala the Commons culture, media and sport select committee Damian Collins berkata jika berita palsu memiliki potensi mengancam integritas demokrasi. Hal ini terutama karena sebagian besar pemilih bergantung pada Facebook untuk memperoleh berita mereka. Para pemilih ini bisa disesatkan oleh berita-berita hoax itu.

“Resikonya adalah apa yang terjadi di Amerika. Sebanyak 20 berita palsu teratas dalam tiga bulan ini terkait pemilihan dibagikan lebih banyak dari 20 berita teratas yang benar. Bahayanya adalah, jika untuk sebagian besar orang sumber berita mereka adalah Facebook dan jika berita yang mereka dapat di Facebook kebanyakan adalah berita palsu, mereka bisa memilih berdasarkan kebohongan,” ujar Damian.

Damian juga menambahkan jika Facebook perlu melakukan lebih banyak. Dan jika apa yang mereka lakukan sekarang ini tidaklah cukup cepat. Facebook bukanlah satu-satunya yang mencoba berhadapan dengan berita palsu. Google juga berusaha melawan penyebaran berita hoax. Baru-baru ini salah satu pendiri Wikipedia juga merilis alat untuk mengatasi masalah ini.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge