0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kenaikan Harga Bawang Putih Tak Sebabkan Inflasi

Pedagang bawang di pasar (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo – Kenaikan harga bawang putih yang terjadi sejak beberapa minggu terakhir diprediksi tidak terlalu berdampak signifikan terhadap laju inflasi kota Solo. Pasalnya bobot komoditas bawang putih selama ini dalam mempengaruhi tekanan inflasi dirasa cukup minim.

“Kalau melihat hasil inspeksi mendadak (sidak) yang kita lakukan hari ini, prediksi kita pada bulan ini kalaupun terjadi inflasi atau deflasi angkanya cukup tipis,” ujar Wakil Ketua TPID Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, Rabu (26/4).

Terkait dengan lonjakan harga pada komoditas bawang putih, dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram menjadi Rp 57 ribu per kilogram. Menurut Bandoe hal itu tidak cukup banyak mempengaruhi laju inflasi kota Solo.

Pasalnya selain bobotnya yang ringan, sejumlah komoditas lain jutru menunjukan adanya penurunan harga.

“Bobot bawang putih dalam mempengaruhi laju inflasi itu hanya sebesar 0,21 persen. Angka tersebut terlalu kecil jika dibanding komoditas lain, seperti beras yang mencapai 4,59 persen,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku tetap akan melakukan upaya untuk menekan tingginya harga komoditas bawang putih tersebut. Diantaranya melalui koordinasi, dan kerjasama dengan para distributor maupun pemerintah daerah yang lain.

“Meski bobotnya kecil, bukan berarti terus dibiarkan. Kita akan tetap berupaya supaya harganya bisa ditekan atau kembali normal,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge