0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Warga di Kawasan Merapi Diimbau Waspada, Ini Alasannya

Simulasi penangganan bencana Erupsi Merapi dalam apel relawan menyambut Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional di Alun-alun Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Warga lima desa di Kawasan Gunung Merapi di wilayah Kecamatan Selo, Boyolali, diimbau tetap waspada. Meski hingga saat ini status Gunung Merapi masih aktif normal dan tidak menunjukkan tanda bahaya.

“Tetap harus waspada, kita tidak ingin bencana terjadi, tapi kewapadaan tetap harus dilakukan,” kata Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat, Rabu (26/4) usai apel relawan dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.

Selain kewaspadaan ditingkatan warga, lanjut Said, masing-masing desa sudah dibentuk Tim Siaga Desa (TSD). TSD inilah nantinya yang akan melakukan tindakan dini bila terjadi bencana Erupsi Merapi.

“Semua harus saling membantu, hilangkan ego sektoral yang ada,” lanjutnya.

Lima desa yang masuk dalam kawasan rawan bencana, yaitu Klakah, Lencoh, Jrakah, Tlogolele dan Samiran. Radius 7 kilometer sudah masuk dalam daerah rawan bencana.

Sementara itu, usai apel relawan, juga digelar simulasi penangganan bencana Erupsi Merapi. Dimana, dalam simulasi tersebut digambarkan, Merapi mengalami erupsi, warga langsung berhamburan menyelamatkan diri. Puluhan warga mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi tim relawan.

“Simulasi ini sekaligus untuk mengecek kesiapan relawan dalam menghadapi bencana,” tandas Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinung.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge