0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Masak Mie kok Dicampur Daun Ganja, ya Dipenjara

Pemakai ganja diamankan Polres Buleleng, Bali (dok.merdeka.com)

Timlo.net —¬†Antonius Stevany Sordarjan alias Stevy (48) dan Putu Agus Surmdarsana alias Deny (37) diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Buleleng. Dari tangan kedua warga penghuni Perumahan Pemaron Singaraja, Buleleng, Bali, ini polisi mengamankan dua paket ganja dengan berat lebih dari 7 gram.

Menariknya, di hadapan petugas pelaku Stevy mengaku mengonsumsi ganja kering lantaran untuk penghilang rasa sakit. Bahkan, terkadang ganja kering dicampur dengan mi instan.

Stevy mengatakan, itu dilakukan pengobatan pasca kecelakaan dirinya beberapa waktu lalu. Bahkan, Stevy mengunakan ganja kering campur mi itu sejak bulan Januari.

“Sama saja, dilinting maupun dimasak dicampur dengan makanan mi instan. Hanya untuk mengurangi rasa sakit,” akunya di hadapan petugas.

Dirinya mengaku mendapat teori itu dari internet. “Suatu saat nanti Indonesia legal juga karena ini tanaman ciptaan Tuhan ya. Ini kan herbal, jadi boleh dimakan dan tidak menganggu bahkan untuk obat,” ujar Stevy di Mapolres Buleleng.

Ocehan Stevy ini membuat pejabat di Polres Buleleng sedikit tersenyum. Namun, buru-buru dipotong Kasatres Narkoba Polres Buleleng, AKP Ketut Adnyana TJ. Dirinya meyakinkan bahwa tertangkapnya kedua pelaku ini berkat informasi dari sejumlah masyarakat setempat.

“Kami amankan, dari informasi masyarakat tentang adanya pesta narkoba di sebuah villa di Desa Kalibukbuk. Saat kami ke TKP, kami temukan tersangka Stevy di TKP sedang membawa satu paket ganja dengan berat 3,28 gram. Sehingga, kami amankan tersangka Stevy termasuk barang buktinya,” ungkapnya seizin Kapolres Buleleng, Selasa (25/4).

Dari hasil pengembangan, kata Adnyana TJ, ganja yang dibawa tersangka Stevy ini didapatkan dari seseorang bernama Deny. Deny pun akhirnya diamankan di rumahnya perumahan Desa Baktiseraga.

“Saat kami cek, Deny mengakui memberikan ganja kepada Stevy dengan imbalan uang Rp 100 ribu. Barang ini didapat dari Karangasem, dengan sistem pengedar yang akan menghubungi pemakai dan nomor handphone pengedar itu sering diganti. Saat ini kami masih dalami asal mula barang ini,” jelas Adnyana TJ.

Selain ganja dengan berat 3,28 gram tersebut, ternyata polisi juga berhasil menemukan satu paket ganja seberat 3,58 gram yang tak bertuan. Satu paket ganja itupun, belum diketahui siapa pemiliknya.

Bahkan, pemilik Villa dilokasi Stevy diamankan bernama Seger Sunyoto alias Seger sudah dimintai keterangan, namun tidak mengakui kepemilikan ganja tersebut.

“Total tujuh gram lebih ganja, dari dua paket. Satu paket ganja dengan berat 3,58 gram tidak diakui oleh Stevy, ini masih kami lakukan penyelidikan lanjutan. Pemilik Villa juga sudah kami mintai keterangan, tapi tidak mengakui kepemilikan ganja itu. Ini masih kami dalami lagi,” ungkap Adnyana TJ.

Akibat perbuatannya, Stevy kini dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan, Deny dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Di mana ancaman hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara. [gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge