0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jembatan Ambrol Disulam Bambu, Warga Waswas

Sebuah mobil sedan memaksa lewat jembatan sesek (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Ambrolnya jembatan penghubung Dusun Punukan dengan Dusun Sidomulyo, Desa Ngadiluwih, Matesih, Karanganyar sejak setahun lalu, belum diperbaiki sampai sekarang. Penanganan sementara belum mampu mengembalikan fungsi jembatan secara utuh.

“Lewat di jembatan ini selalu waswas. Harus menjaga keseimbangan karena anyaman bambu tidak rata juga bergelombang,” kata warga Rt 05/Rw X Dusun Punukan Wetan, Ngadikem (49) kepada Timlo.net, Selasa (25/4).

Penjual sayur keliling ini mengangkut dagangan di dalam beronjong yang dinaikkan sepeda motor. Saat melintasi jembatan sepanjang 5 meter itu, Ngadikem harus ekstra berhati-hati supaya tidak menyerempet talud dan dinding penyekat di dua sisinya.

Lebar jembatan saat ini hanya tersisa dua meter dari sebelumnya empat meter. Adapun dua meter di sisi barat tak bisa dipakai karena ambrol. Pemasangan jembatan sesek itu dikerjakan secara swadaya warga setempat. Di dua ujung jembatan juga dipasang portal tanda jembatan tak bisa dilewati mobil.

Namun berdasarkan pantauan Timlo.net, sebuah mobil sedan lawas memaksakan lewat di jembatan sesek.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge