0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jarang Turun Hujan, Warga Mulai Beli Air Bersih

ilustrasi (Dok.Timlo.net/ ArisArianto.)

Wonogiri — Hampir satu bulan belakangan, warga Dusun Gemulung RT 4/RW 2, Desa Johunut, Kecamatan Paranggupito mulai membeli air bersih. Hal itu disebabkan wilayah tersebut dilanda kekeringan.

“Air di bak panampungan mulai habis, karena sebulan lalu hujan sudah jarang turun. Terpaksa kami harus membeli air bersih untuk keperluan sehari- hari,” kata Hana Nurul Azizah warga setempat, Selasa (25/4).

Menurut dia, setiap satu tangki air bersih bervolume 6.000 liter senilai Rp 120. 000 dengan. Padahal dalam satu pekan rata-rata membutuhkan tiga tangki. Pasalnya, selain untuk kebutuhan sehari- hari juga untuk suplai peternakan ayam milik keluarganya. Meski demikian, kebutuhan rata- rata warga akan air bersih berbeda- beda, ada yang satu tangki dapat digunakan satu pekan bahkan hingga dua pekan, namun itu hanya sebatas untuk mandi, minum dan mencuci saja.

“Sejak sebulan lalu seluruh warga Johunut sudah membeli air bersih. Ya , memang saat ini masih turun hujan, tapi di Paranggupito curah hujan jarang sekali. Namun soal kekeringan tidak separah beberapa tahun lalu,” kata dia.

Staff Teknis Pemerintahan Kecamatan Paranggupito, Dwi Hartono mengatakan, sekitar 25 persen warga Kecamatan Paranggupito mulai membeli air bersih dalam tangki sejak sebulan lalu. Kekeringan menyebar di hampir seluruh wilayah kecamatan paling selatan Wonogiri tersebut.

“Kalau warga yang kelas menengah ke atas tidak yang beli air bersih, karena mereka mampu membuat bak penampungan air hujan dengan volume besar, tapi warga menengah ke bawah rata- rata mereka membeli air bersih,” tandas dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge