0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Diminta Perketat Izin Pendirian Toko Modern

Ilustrasi toko modern (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — DPRD Sragen meminta Pemkab setempat lebih konsisten untuk melindungi ekonomi kerakyatan dan pasar tradisional dengan membatasi jumlah toko modern. Hal ini menyusul temuan dari Komisi II DPRD Sragen yang mendapati adanya 10 toko modern seperti Indomaret dan Alfamart yang ternyata masih mendapatkan izin berdiri tahun 2016 lalu.
 “Kami menemukan ada 10 toko modern yang berdiri dan mendapat izin operasional selama 2016. Ini tentunya akan mengancam keberadaan pasar tradisional,” kata Ketua Komisi II DPRD Sragen, Sri Pambudi, Selasa (25/4).
Sri Pambudi menyampaikan, dengan adanya temuan itu dinilainya tidak sesuai dengan komitmen Pemkab Sragen untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan dan pasar tradisional.
Menurutnya, 10 toko modern itu berdiri menyebar di berbagai wilayah kecamatan ataupun di kota Sragen. Temuan itu sendiri telah diungkap dalam pandangan Fraksi Golkar saat paripurna Laporan Keterangan
Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2016 belum lama ini.
“Karenanya kami berharap kejadian itu tidak terulang kembali. Ke depan Pemkab harus benar-benar konsisten memperketat perizinan pendirian toko modern,” terangnya.
Menyikapi hal itu, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati dalam jawaban LKPJ-nya menyampaikan, Pemkab tetap konsisten untuk melindungi pasar tradisional dan usaha kecil masyarakat. Pihaknya selama ini juga telah menutup tiga toko modern yang tidak memiliki izin.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge