0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polda Kantongi Calon Tersangka Pemalsuan Dokumen Keraton Solo

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes R Djarod Padakova (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah terus menyelidiki kasus dugaan pemalsuan dokumen oleh KM terkait pengelolaan Keraton Surakarta. Gelar perkara akan segera dilakukan dalam waktu dekat setelah pihaknya mendapatkan bukti dan keterangan saksi yang cukup kuat.

“Minggu ini kita gelar perkara,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, R Djarod Padakova, Selasa (25/4).

Djarod menerangkan saat ini pihaknya telah mengantongi nama calon tersangka. Berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi yang terkumpul selama proses penyelidikan, pihaknya menduga pemalsuan dokumen dilakukan oleh calon tersangka. Saat ditanya mengenai jumlah calon tersangka, Djarod tidak memberi keterangan lebih lanjut.

“Tunggu saja nanti,” kata dia.

Proses penyelidikan sendiri sampai saat ini terus berjalan. Polda berencana memanggil beberapa saksi lagi terkait kasus tersebut.

“Masih ada beberapa saksi yang akan kita mintai keterangan. Terutama dari saksi ahli,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pakubuwana XIII Hangabehi melaporkan KM terkait dugaan pemalsuan dokumen selama kurun waktu 2013 – 2017. Di antaranya dokumen penganugerahan gelar kehormatan Keraton Surakarta kepada sejumlah orang.

Menurut Tim Lima yang dibentuk Hangabehi akhir Februari lalu, gelar kehormatan hanya sah bila dilakukan sepengetahuan raja. Penerima gelar pun mendapat sertifikat yang ditandatangani Pakubuwana XIII selaku raja.

Padahal, selama kurun waktu empat tahun terakhir, Lembaga Dewan Adat yang digawangi KM secara rutin mebagi-bagi gelar ke sejumlah orang yang dianggap berjasa. Di sisi lain, Hangabehi selaku raja pernah menandatangani sertifikat gelar kehormatan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge