0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bunga Dua Kali Digagahi di Bawah Jalan Layang

Kasus pencabulan diungkap Polres Karanganyar. (Raymnod)

Karanganyar — Masa depan siswi kelas VIII di salah satu SMP di Gondangrejo, sebut saja Bunga, hancur di tangan pemuda yang baru saja dikenalnya. Di bawah ancaman, gadis berusia 15 tahun ini dipaksa melayani nafsu bejat pelaku di bawah jalan layang tol Solo-Kertosono.

“Tersangka berinisial AM (21) mengajak korban jalan-jalan ke solo. Namun di tengah perjalanan, ia memaksa korban berhubungan intim di sebuah kebun kosong bawah tol Soker wilayah Dukuh Bison, Desa Karangturi, Gondangrejo pada Jumat (3/2),” kata Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan di Mapolres, kemarin.

Usai melampiaskan nafsu syahwatnya, AM memulangkan Bunga. Akan tetapi, gejolak birahi pelaku asal Klego, Boyolali ini kembali memuncak beberapa hari kemudian. Ia lalu menghubungi Bunga supaya mau diajak bermesraan. Kali ini, pelajar putri itu menolak.

“Pelaku mengancam korban bakal membeberkan peristiwa di bawah tol soker ke teman sekolahnya. Akhirnya korban menurut karena khawatir aibnya tersebar. Di kali kedua ia dipaksa melayani pelaku, lokasinya juga sama. Di bawah jalan layang tol Soker,” kata Kapolres.

Perbuatan bejat pelaku terbongkar setelah korban menceritakan nestapanya ke orang tua. Kemudian, kasus ini dilaporkan ke polisi. Berbekal bukti visum, keterangan korban dan pengakuan pelaku, akhirnya kasus ini terungkap.

Tersangka dijerat pasal 81 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan UURI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau pasal 287 ayat (1) atau pasal 332 KUHP. Kemudian pasal 81 ayat (1) UURI no 35 tahun 2014 tentang Perubahan UURI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge