0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Usai Jumenengan, Masuk Keraton Harus Kantongi Ijin Raja

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (dok.timlo.net/red)

Solo – Usai upacara Tingalan Jumenengan, Keraton Surakarta kembali tertutup. Para tamu termasuk adik-adik Sinuhun Pakubuwana XIII, termasuk mereka yang tergabung di Lembaga Dewan Adat diminta segera meninggalkan Keraton untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Sinuhun kan ingin istirahat. Aparat keamanan juga pada mau pulang,” kata Ketua Satgas Pancanarendra, KGPH Benowo saat dihubungi, Minggu (23/4).

Menurut keterangan Benowo, sebagian Adik Pakubuwana XIII masih duduk-duduk di Keraton meski acara Tingalan Jumenengan sudah usai.

“Mereka nggak pulang-pulang memangnya mau ngapain,” kata dia.

Dari informasi yang dihimpun timlo.net, sebagian kerabat sempat menolak pulang. Aparat keamanan terpaksa turun tangan lantaran Pakubuwana XIII meminta keraton segera ditutup. Hanya orang-orang yang mendapat ijin yang diperkenankan tetap tinggal di dalam.

“Saya sendiri selesai acara juga langsung pulang. Kalau tidak dipanggil Sinuhun saya tidak ke sana,” kata dia.

Hal ini dirasa wajar oleh Benowo. Keraton dianggap sebagai tempat yang harus dihormati sehingga tidak sembarang orang bisa memasukinya. Hanya orang yang berkepentingan dan mendapat ijin dari raja saya yang bisa memasuki wilayah privat keraton.

Sementara itu, anak dari GKR Galuh, Ginda Ferachtiawan membenarkan adanya peristiwa tersebut. Beberapa kerabat Keraton diminta keluar dari Keraton oleh aparat keamanan. Di antaranya ada ibu dan sejumlah sepupunya.

“Tidak jelas kenapa, tiba-tiba kita diminta keluar. Gampangannya kita diusir secara halus,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge