0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keterlibatan Perempuan Dalam Politik Hanya sebagai Pekengkap

Dyah Nur Widowati ()

Sragen – Kedudukan kaum perempuan ternyata masih dianggap hanya sebagai pelengkap dalam kehidupan sosial dan politik. Kendati mempunyai hak yang sama, tapi keterlibatan perempuan dalam dunia politik seolah hanya untuk memenuhi persyaratan undang-undang.

“Selama ini afirmasi parpol terhadap calon perempuan masih lemah. Calon perempuan lebih banyak difungsikan sebagai pelengkap saja. Hanya untuk syarat keterwakilan perempuan,” kata Komisioner KPU Sragen, Dyah Nur Widowati, Sabtu (22/4).

Dalam acara memperingati Hari Kartini yang dikemas dalam Sarasehan Kartini Ngobrol Pintar Sragen Melek Pemilu (Ngopi Gen Melu), Dyah menyatakan, partai politik (Parpol) di Kabupaten Sragen masih setengah hati untuk mengusung calon legislator dari perempuan.

Maka tidak heran kalau keterwakilan perempuan di lembaga legislatif saat ini masih jauh dari kuota 30 persen yang diamanatkan undang-undang. Saat ini dari 45 anggota DPRD Sragen, jumlah legislator perempuan hanya empat orang atau 8,8 persen saja.

“Karenanya teman-teman eks penyelenggara Pemilu dan tokoh-tokoh perempuan untuk lebih berani mendorong agar keterwakilan 30 persen bisa terpenuhi,” terang Dyah.

Sementara Psikolog asal Sragen, Dewi Novita Kurniawati menyampaikan, rendahnya keterwakilan perempuan di penyelenggara Pemilu dan DPRD lebih karena minimnya kesempatan yang diberikan kepada perempuan. Padahal perempuan yang berpotensi itu jumlahnya cukup banyak.

“Tapi selama ini kesempatan yang diberikan lebih banyak untuk lelaki. Makanya mindset dan komitmen semua pihak perlu dirubah. Sehingga anggapan perempuan hanya konco wingking harus dikikis,” jelasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge