0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPR Sesalkan Aksi Koboi Petugas Saat Razia

(merdeka.com)

Timlo.net — Anggota Polres Lubuk Linggau, Brigadir K yang menembaki mobil Honda City saat melakukan razia dinilai sebagai tindakan brutal. Sebab, keluarga tersebut hanya melanggar lalu lintas namun berujung pada penembakan membuat satu korban tewas, dan beberapa luka-luka.

“Kalau itu sudah merupakan abuse of power harus ditindak. Apalagi masa, razia SIM sampai tembak-tembakan? saya kira itu polisi brutal,” kata Wakil Ketua DPR, Fadli Zon di Jakarta, Kamis (20/4).

Fadli mendesak kepolisian untuk memberhentikan Brigadir K atas kesalahan prosedur penindakan terhadap satu keluarga yang melanggar lalu lintas itu. Menurutnya, dalam operasi kendaraan bermotor, polisi tidak bisa asal menembak kecuali pelanggar melakukan perlawanan.

“Harus dihukum, enggak bisa razia kayak gitu main tembak saja. Memang peluru siapa itu. Polisi harus segera dipecat dan dihukum,” tegasnya.

“Kecuali yang bersangkutan ada perlawanan. Kalau menghindar enggak boleh lah gunakan senjata, itu ada aturan mainnya,” sambung Fadli.

Sebelumnya, Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga, mengakui terjadi kesalahan dalam penindakan terhadap pelanggar lalu lintas dan razia gabungan. Sebab, peristiwa penerobosan razia hingga menjadi aksi kejar-kejaran, berujung pada penembakan membikin satu korban tewas, dan beberapa luka-luka.

“Kita akui ada kesalahan yang dilakukan oleh anggota yang melakukan penembakan, diduga ada unsur kelalaian,” kata Hajat.

Hajat menyatakan, senjata laras panjang dipakai anak buahnya diduga menyalahi aturan. Menurut dia, Brigadir K melakukan pengejaran terhadap mobil Honda City ditumpangi korban, menggunakan senapan jenis V2. Padahal, mestinya senjata itu bukan diperuntukkan dalam razia kendaraan bermotor.

[rhm]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge