0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Penembak Honda City Terancam Dipecat

Korban penembakan polisi di Lubuklinggau (merdeka.com)

Timlo.net –Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto menegaskan bakal menindak tegas anggotanya diduga melakukan kesalahan prosedur yang menembaki sebuah mobil Honda City ditumpangi satu keluarga saat melakukan razia di kawasan Lubuklinggau. Insiden tersebut menewaskan seorang penumpang bernama Surini (54).

“Penekanan bapak Kapolda bahwa terhadap personel yang lakukan pelanggaran akan ditindak tegas,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Rikwanto, Rabu (19/4).

Rikwanto mengatakan, Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Wakil Bupati Rejang Lebong, M Iqbal Bastari bersama Kapolres Rejang Lebong, AKBP Yogi mengunjungi rumah duka Surini di Desa Blitar Muka Kecamatan Sindang Kelingi Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Mereka menemui suami korban Kaswan (60) dan anak kandung Sasi.

“Kapolres menampung seluruh aspirasi yang disampaikan dan ditegaskan bahwa saat ini pemeriksaan terhadap oknum anggota masih dilakukan secara instensif oleh Sie Propam dengan backup langsung oleh Polda Sumsel,” kata Rikwanto.

Sementara itu, Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga, mengakui terjadi kesalahan dalam penindakan terhadap pelanggar lalu lintas dan razia gabungan. Sebab, peristiwa penerobosan razia hingga menjadi aksi kejar-kejaran, berujung pada penembakan membikin satu korban tewas, dan beberapa luka-luka.

“Kita akui ada kesalahan yang dilakukan oleh anggota yang melakukan penembakan, diduga ada unsur kelalaian,” kata Hajat, Rabu (19/4).

Hajat menyatakan, senjata laras panjang dipakai anak buahnya diduga menyalahi aturan. Menurut dia, Brigadir K melakukan pengejaran terhadap mobil Honda City ditumpangi korban, menggunakan senapan jenis V2. Padahal, mestinya senjata itu bukan diperuntukkan dalam razia kendaraan bermotor.

“Memang bukan untuk razia (digunakan), itu inisiatif sendiri dari Brigadir K untuk menghentikan mobil yang dikejar,” ujar Hajat.

Sebagai bentuk tanggung jawab akibat kejadian ini, Hajat berupaya memberikan bantuan moral dan material terhadap para korban. Selain itu, Brigadir K akan diberikan sanksi tegas karena kelalaiannya.

“Semampu kita membantu. Untuk biaya perawatan masih dipikirkan lagi, tapi pasti ada,” ucap Hajat.

Satuan Pengamanan Internal (Paminal) Polda Sumatera Selatan juga sudah memeriksa Brigadir K. Jika terbukti bersalah, dia terancam dipecat dan dijatuhi hukuman pidana. Brigadir K juga bakal dibawa ke Markas Polda Sumsel.

Hajat menambahkan, Brigadir K adalah anggota Pengamanan Objek Vital bertugas di Bank BCA Cabang Lubuk Linggau, hampir dua tahun terakhir. Saat razia digelar, dia terpilih menjadi tim gabungan dari 27 anggota dikerahkan.

[gil]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge