0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Peredaran Pil Koplo di Kalangan Remaja, Polisi Gandeng Pemkab

Seorang penjual pil koplo ditangkap polisi (Raymond)

Karanganyar — Polres Karanganyar mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengawasi peredaran obat penenang karena terbukti disalahgunakan pelaku perusak moral remaja. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar juga tak boleh lepas tanggung jawab terkait merebaknya konsumsi pil koplo di kalangan generasi muda.

“Peristiwa perkosaan seorang gadis oleh 21 pemuda di Semarang tahun lalu, ditemukan pemakaian pil koplo dalam dosis banyak. Jangan sampai itu terjadi pada remaja kita. Kasus peredaran pil koplo ini bukan sekadar tindak kriminal biasa terkait penjualan obat tanpa izin. Namun efeknya sangat merusak, seperti konsumsi psikotropika,” kata Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan usai rilis kasus tersebut di Mapolres, Rabu (19/4).

Peran BPOM dan DKK sangat dibutuhkan dalam mencegah obat keras dijual bebas. Dalam kasus peredaran ribuan pil koplo dengan tersangka Arifin Setiawan alias Bon-bon, pelaku cukup mudah memesan barang itu via online dari penyedianya di Makassar. Untuk mengelabui petugas, paket pil koplo disamarkan registrasi makanan ringan.

“Konsumsi pil koplo dalam jumlah banyak menghasilkan efek halusinasi,” katanya.

Catatan Timlo.net, kasus peredaran pil koplo di Karanganyar bukan kali pertama muncul. Pada Juli 2016, aparat Babinkamtibmas mengamankan empat remaja yang sedang teler di tepi jalan. Hasil penggeledahan ditemukan 80 pil koplo jenis Trihexphynendyl.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge