0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Insiden Lubuk Linggau, Sopir Hindari Razia Karena Tak Punya SIM dan STNK Telat

Kaca mobil pecah setelah dibuka paksa polisi (merdeka.com)

Timlo.net – Peristiwa ditembaknya Honda City warna hitam nomor polisi BG 1488 ON saat menerobos razia di Jalan Lintas Timur, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, pada Selasa (18/4) mengejutkan banyak pihak. Pengemudi, Diki (30) dikabarkan menghindari razia polisi karena tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan belum membayar pajak kendaraan bermotor yang menunggak.

Dari informasi yang diperoleh, Diki memilih menancap gas karena takut ditilang polisi. Di dalam mobil, dia mengajak tujuh penumpang yang masih keluarganya.

“Saya dengar Diki itu tidak punya SIM sama pajak mati. Makanya lari, takut kena razia, bukan karena apa-apa,” ungkap Wawan Triatno (35), istri salah satu korban, Novianti (30) di RS Sobirin Lubuk Linggau, Rabu (19/4).

Meski demikian, kata Wawan, tak seharusnya polisi secara membabi buta menembak tanpa terlebih dahulu mengetahui penyebabnya.

“Tidak begitu juga, diberondong peluru segitu, tidak tahu ada anak kecil di dalamnya, ibu-ibu juga,” kata dia.

Sementara itu, korban Novianti mengaku telah beberapa kali menasihati sopir Diki untuk berhenti agar tidak ditembak polisi. Namun Diki menjawab tidak semudah itu penembakan dilakukan.

“Kami sudah teriak biar setop, enggak tahunya kami memang ditembaki polisi,” ujar Novi.

Dia menjelaskan, Diki adalah saudara angkatnya dan bersedia mengantar keluarganya untuk menghadiri hajatan di Musi Rawas. Selama ini, Diki dikenal pemuda yang baik dan belum pernah terlibat aksi kejahatan.

“Sehari-hari jualan buku, kayak buku PAUD, orangnya juga baik,” jelas dia.

[cob]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge