0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Halau Serangan Kera, Petani Sewa Anjing Pemburu

Kawanan kera menyerang tanaman milik petani (dok.timlo.net/red)
Wonogiri — Serangan kera ekor panjang hampir dua bulan belakangan ini meresahkan warga Desa Tegiri, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri. Puluhan hektar tanaman warga pun ludes diserbu hewan primata itu. Namun demikian, pemerintah kecamatan setempat tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan jika kondisi ini berlarut-larut, musim tanam yang akan datang dapat dipastikan para petani tidak akan berani menanam.
“Sebelumnya kawanan kera ini hanya disekitar tegalan saja,tapi belakangan ini sudah merambah ke pemukiman warga. Terpaksa sehabis ngantor saya saya pun berjaga-jaga di ladang ini, Mas,” ungkap Kepala Desa Tegiri, Kecamatan Batuwarno, Udit Wahyudi, Rabu (19/4).
Menurut dia, serangan kera ekor panjang terjadi dua bulan belakangan ini. Awalnya, serangan terjadi di beberapa dusun saja, seperti di Dusun Butuh, Klumpit, Sumur, Wonosari, dan Lorog. Namun sekarang kawanan kera sudah berani merambah ke Dusun Dhari,Weru dan Laban.
“Sudah hampir sepertiga wilayah Desa Tegiri dirambah kawanan kera. Tanaman yang diserang berupa jagung, kacang tanah, ketela dan pisang,” katanya.
Disebutkan, hampir sepertiga dari desa sudah dirambah oleh kawanan kera itu. Namun secara rinci, Kades enggan membeberkan berapa luasan lahan pertanian yang rusak akibat serangan kera itu.
“Waduh, kalau dirupiahkan besar bagi petani di sini, Mas. Soalnya sudah puluhan hektar lahan pertanian yang jelas kerugiannya puluhan juta,” kata dia.
Untuk menghalau kawanan kera ekor panjang itu, warga pun berinisiatif  mekakukan kerja bakti. Mereka menyebut “geropoyokan” atau beramai-ramai menggiring kawanan kera keluar dari wilayah desa setempat dengan alat seadanya.
“Warga pun umbruk (iuran), Mas, untuk menyewa anjing geladak (pemburu) milik warga kecamatan tetangga. Dan itu sudah dua kali dengan menggunakan tujuh anjing pemburu. Setiap satu anjing pemburu disewa Rp 500 ribu perharinya,” jelas dia.
Melihat kondisi ini, ia tidak tinggal diam begitu saja. Dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan. Akan tetapi untuk mengatasi keadaan itu, pemerintah kecamatan pun tidak bisa berbuat banyak.
“Kalau kondisi ini tidak segera ditangani dengan solusi permanen, kemungkinan musim tanam yang akan datang dijamin warga kami tidak bisa tanam,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge