0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lapangan Dijadikan Pasar, Warga Ngandul Protes

(agung)

Sragen –  Sejumlah warga Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Sragen memrotes pemindahan lokasi sementara Pasar Sumberlawang ke Lapangan Ngandul. Mereka mepertanyakan ke pihak Pemerintah Desa setempat terkait perjanjian dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen lantaran pemindahan itu tidak disosialisasikan sebelumnya.

“Kami ingin mempertanyakan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Perdagangan dengan Pemdes Ngandul terkait sewa lapangan yang baru dibuat setelah ada protes,” kata Kunto Nugroho, warga setempat, Selasa (18/4).

Saat mendatangi Balai Desa Ngandul, Kunto yang ditunjuk warga sebagai koordinator,  menyayangkan mengapa tidak ada sosialisasi terkait pemakaian lapangan Ngandul sebagai lokasi sementara untuk menampung pedagang selama revitalisasi Pasar Sumberlawang.

Selain itu, dia juga menyoroti anggaran revitalisasi pasar sebesar  Rp 14,8 Miliar yang dinilainya terlalu besar.

Menanggapi protes warga tersebut, Kepala Desa Ngandul Supriyanto mengakui bersalah. Pihaknya meminta maaf kepada warga terkait belum adanya sosialisasi mengenai penggunaan lapangan desa setempat untuk dijadikan pasar darurat.

Sementara, Kepala Disperindag Sragen, Untung Sugihartono menyampaikan, Pemkab sudah meminta ijin menggunakan lapangan desa sebagai pasar darurat untuk pedagang hingga revitalisasi pasar selesai. Terkait anggaran, memang revitalisasi Pasar Sumberlawang dialokasikan Rp 14,8 Miliar dari APBD 2017.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge