0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Eksekusi RS Al Amin Memanas, Kapolres Turun Tangan

Eksekusi RS Al Amin memanas (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Ratusan personel Polres Boyolali dibantu TNI melakukan pengamanan eksekusi Rumah Sakit Al Amin, Mojosongo, Boyolali, Selasa (18/4). Menyusul,adanya penolakan pihak pengelola RS AL Amin. Selain itu, pemenang lelang juga membawa massa. Situasipun sempat memanas. RS Al Amin sendiri sudah 10 tahun tidak beroperasi.

Eksekusi sendiri terjadi, karena pihak pengelola RS AL Amin, Yayasan Sahabat Muda, yang menjaminkan RS untuk utang piutang tidak bisa melunasi, padahal sudah jatuh tempo. Akhirnya oleh pihak bank, aset dilelang dan dimenangkan Iman Hartono senilai Rp 17 miliar. Pihak yayasan sendiri menolak eksekusi, dengan alasan kasus tersebut masih dalam proses kasasi.

Karena situasi memanas, Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andie, langsung turun tangan dan mencoba menenangkan massa. Selain itu, massa dari kubu pemenang lelang dilokalisir masuk ke Mapolres Boyolali, yang berjarak 100 meter dari rumah sakit.

Di sisi lain, pengacara Iman Hartono, Muhammad Syaifudin, mengungkapkan, pihaknya sebagai pemenang lelang tidak berurusan dengan proses hukum yang sedang ditempuh pihak yayasan. Sebab eksekusi dan pengosongan aset rumah sakit tersebut adalah haknya sebagai pemenang lelang.

“Eksekusi ini sudah sah sesuai hukum,” ujarnya di sela-sela eksekusi.

Sementara itu, menurut Ketua Pengadilan Negeri Boyolali, Mahaputra, proses eksekusi dilakukan karena sudah ada putusan inkrach dari pengadilan. Sehingga aset rumah sakit sudah dikuasakan ke pemohon selaku pemenang lelang.

“Kalau pihak yayasan mau menggugat, silakan. Semua perkara masuk PN akan kita proses,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge