0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasar Narkoba Indonesia Menggiurkan, Rp 72 Triliun Setahun

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Total transaksi narkoba di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun mencapai Rp 72 triliun. Indonesia sendiri menjadi salah satu tujuan utama kartel narkoba, mengingat pasarnya cukup menggiurkan.

“Ada sekitar 11 negara di seluruh dunia menjadikan Indonesia menjadi pangsa pasar utama dalam menjual barang haram tersebut,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen (Pol) Budi Waseso, Selasa (18/4).

Dia menjelaskan, sekitar 72 jaringan narkoba internasional yang menjadikan Indonesia pasar utama dalam menjual barang haram tersebut, seperti jaringan narkotika dari negara Australia, Amerika Serikat, China, Taiwan dan Filipina.

“Jaringan narkotika internasional itu, semuanya memasukkan narkotika melalui Malaysia dan Singapura untuk masuk ke Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia saat ini sudah darurat narkoba. Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan secara langsung perang terhadap narkoba, karena Indonesia menjadi pangsa pasar terbesar di Asia Tenggara.

Pria yang akrab disapa Buwas ini menambahkan, tidak ada satupun pulau di Indonesia yang bebas narkoba. Dari tingkat provisi sampai pada jajaran RT/RW dan desa tidak bisa mengklaim bebas dari narkoba.

“Semua institusi ada yang mewakili yang gunakan barang haram itu, dan tidak ada yang kelompok bebas dari narkoba. Itu bukti Indonesia darurat narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Kalimantan Barat, Brigjen (Pol) Nasrullah mengatakan, pihaknya dan instansi terkait dalam tiga bulan terakhir sudah berhasil menggagalkan upaya penyeludupan 90 kilogram narkotika jenis sabu-sabu oleh jaringan internasional dari Malaysia ke Kalbar (Indonesia).

Nasrullah menegaskan, pengungkapan narkotika jenis sabu-sabu tersebut hanya sekitar 20 persen saja.

“Data tersebut berdasarkan riset, hanya 20 persen narkoba yang berhasil ditangkap atau masih ada 80 persen narkoba yang beredar dan digunakan oleh para pecandu,” imbuhnya.

Kemudian, berdasarkan riset yang dilakukan, setiap hari sedikitnya 65 kilogram narkoba yang digunakan, dengan asumsi sekitar 65.000 para pecandu narkoba dari total 5,3 juta penduduk Provinsi Kalbar.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge