0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kerabat Keraton Nilai Polisi Berpihak

Ginda Ferachtriawan (dok.timlo.net/gg)

Solo – Kepolisan Daerah Jawa Tengah dinilai tidak netral dalam menangani konflik internal Keraton Surakarta. Korps Tribrata itu cenderung memihak Tim Lima bentukan Pakubuwana XIII. Hal ini disampaikan salah satu kerabat Keraton, Ginda Ferahctiawan, Senin (17/4).

“Polisi kan seharusnya berdiri di tengah, bukannya mendampingi satu pihak,” kata dia melalui hubungan telephon.

Ia menceritakan, sejumlah kerabat dari pihak Lembaga Dewan Adat sempat dimaki-maki dan diusir dari Keraton oleh Ketua Satgas Panca Narendra, KGPH Benowo di Keraton, Sabtu (15/4) malam. Melihat hal itu, aparat kepolisian yang ada di dalam Keraton tidak berbuat apa-apa.

“Saat itu ada istri saya, sepupu-sepupu dan keponakan. Polisi yang di dalam diam saja, malah mendampingi Gusti Benowo,” kata pria yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Solo itu.

Menurut Ginda, banyak kerabat Keraton yang tidak terima dengan perlakuan tersebut. Ia khawatir hal itu justru akan menimbulkan dendam baru di kemudian hari.

“Kalau memang mau ngusir langsung saja bilang dari awal. Dasar pengusirannya apa? Kalau kita tidak sepakat, kan tinggal dibawa ke ranah hukum. Bukan seperti kemarin itu,” cetusnya.

Ditanya soal konflik Keraton, Ginda enggan berkomentar. Anak tiri GKR Galuh itu mengatakan dirinya tidak berkepentingan dalam konflik tersebut. Hanya saja ia menyayangkan sikap kepolisian yang memihak ke salah satu kubu yang berselisih.

“Saya tidak mau bicara konflik. Itu kan urusannya Gusti-gusti dengan Sinuhun Hangabehi,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge