0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ngaku Anggota Interpol, Pengguna Narkoba Diborgol

Pelaku yang memiliki identitas kepolisian palsu saat diperiksa anggota Polresta Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Berkedok sebagai anggota International Police (Interpol), Hery Nugroho (43) nekat membuat lencana dan identitas palsu. Aksi warga Kelurahan Kepatihan Wetan, Kecamatan Jebres, ini terbongkar setelah anggota dari Polda Jawa Tengah melakukan pengembangan kasus Narkoba di wilayah hukum Polresta Solo.

“Dia sebenarnya warga sipil, tapi memiliki lencana dan identitas palsu dari kepolisian,” terang Kasatreskrim Polresta Solo Kompol Agus Puryadi, Senin (17/4) siang.

Penangkapan pelaku ini bermula, saat jajaran narkoba Polda Jawa Tengah menggeledah rumah pelaku di Kawasan Jalan RM Said No.48 Kelurahan Ketelan, Kecamatan Banjarsari, Solo pada pertengahan bulan kemarin. Saat dilakukan penggeledahan, pelaku sempat menolak dan mengatakan dirinya juga anggota polisi. Tak hanya itu, pelaku ternyata juga memiliki senjata api aktif yang telah berisi amunisi.

“Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku sempat mengokang senjata api laras pendek yang terselip di pinggangnya. Tentu saja, ini membahayakan anggota yang bertugas saat itu,” terang Kasat.

Hingga akhirnya, dilakukan penggeledahan terhadap pelaku. Dari hasil penggeledahan yang dilakukan, polisi menemukan sejumlah kartu identitas meliputi 1 kartu tanda kewenangan Polri, 1 kartu tanda anggota Mabes Polri atas nama Hary Nugroho NRP. 71040267, kartu tanda National Central Bureau (NCB) Interpol No. 769/NCB/IV/2016 dan 1 buah KTP.

“Saat dilakukan penelusuran, ternyata kartu identitas yang dimiliki pelaku ini palsu,” jelas Kasat.

Tak sampai di situ, polisi juga melakukan tes urin terhadap pelaku. Dari hasil tes urine diperoleh bahwa pelaku positif menggunakan barang haram Narkoba.

Dari hasil penangkapan tersebut, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya senjata api jenis Bareta lengkap dengan amunisi berjumlah sembilan buah kaliber 32 milimeter, serta sejumlah kartu identitas palsu milik pelaku.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dokumen dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge