0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penahanan Istri Tersangka Bom Panci Ditangguhkan, Ini Alasannya

Penjemputan istri terduga teroris di Kawasan Kampung Griyan RT 08/RW 10 Pajang, Laweyan, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Istri Nur Solikin, tersangka kasus bom panci yang sempat ditahan pada akhir Desember 2016 lalu akhirnya dibebaskan sementara. Penangguhan penahanan yang dilakukan terhadap istri Nur Solikin berinisial RD (24) warga Kampung Griyan RT08/ RW10 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan ini lantaran memiliki anak yang masih berusia satu tahun.

“Benar, yang bersangkutan (RD) ditangguhkan penahanannya oleh Densus sejak Sabtu (15/4) kemarin,” terang Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi kepada Timlo.net, Senin (17/4) siang.

Menurut Kasat, penangguhan penahanan didasari atas pertimbangan kemanusiaan. Meski begitu proses hukum terhadap RD tetap berlanjut.

“Meski penahanan ditangguhkan, kami tetap melakukan pengawasan. Sehingga, tidak terjadi hal yang tak diinginkan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Nur Solikin ditangkap Tim Densus 88 bersama dengan rekannya AS dan DYN disebuah kontrakan di Jalan Bintara Jaya 8 Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu 10 Desember 2016 lalu. Usai dilakukan penangkapan tersebut, Tim Densus 88 melakukan penggeledahan rumah Nur Solikin di Kawasan Kampung Griyan RT08/ RW10 Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan pada Minggu 11 Desember 2016. Dalam penggeledahan yang dilakukan, Densus 88 juga menjemput istri Nur Solikin beserta anaknya yang masih bayi.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge