0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Scanner Sidik Jari Tidak Seaman yang Kita Kira

Touch ID. (Dok: Timlo.net/ Ubergizmo. )

Timlo.net—Sekarang ini salah satu metode untuk mengamankan smartphone adalah dengan menggunakan sensor sidik jari. Karena tidak ada dua orang di dunia yang memiliki satu sidik jari, hal ini terdengar sebagai solusi yang aman kan? Sayangnya para peneliti dari New York University dan Michigan State University menemukan jika anggapan ini tidaklah benar.

Para hacker biasanya memiliki mesin enkripsi yang mengacak kombinasi angka dan huruf. Mesin ini digunakan untuk membobol password orang dengan cara mencoba menemukan kombinasi angka dan huruf yang cocok. Rupanya prinsip serupa bisa digunakan untuk scan sidik jari.

Pada dasarnya, tim itu membobol fitur keamanan scan sidik jari yang dimiliki seseorang. Mereka membuat serangkaian sidik jari palsu menggunakan gabungan digital dari pola sidik jari yang umum ditemukan pada seseorang. Lewat simulasi komputer, sidik jari buatan ini rupanya bisa cocok dengan 65 persen sidik jari orang itu. Hal ini tentunya mengejutkan sekalipun para peneliti tidak berpikir cara ini bisa diterapkan di dunia nyata.

Nasir Memon, profesor teknik dan ilmu komputer dari New York University berkata, “Hal ini seperti Anda memiliki 30 password dan sang penyerang hanya memiliki satu password.”

Dia menambahkan dalam teori, sesoerang bisa menciptakan sarung tangan dengan lima sidik jari berbeda dan bisa dengan sukses menemukan sidik jari yang cocok dan membobol fitur itu.

Apple menanggapi temuan ini terkait fitur keamanan Touch ID. Fitur keamanan perusahaan itu juga memakai scanner sidik jari. Mereka berkata jika kemungkinan seseorang menemukan sidik jari yang cocok dengan pengguna adalah 1 banding 50 ribu. Ryan James, seorang juru bicara Apple berkata Apple sudah mencoba beragam serangan saat mengembangkan sistem Touch ID. Mereka juga memakai beberapa fitur keamanan dalam Touch ID untuk mencegah false match.

Memang penelitian ini tidak menandakan jika smartphone dengan fitur scan sidik jari rawan dibobol. Tapi menunjukkan jika tidak ada teknologi di dunia ini yang 100 persen aman. Hal itu juga menunjukkan perlunya perusahaan teknologi terus berinovasi dengan teknologi keamanan baru. Misalnya Samsung yang mencoba menerapkan fitur scan mata seperti yang ada dalam Galaxy S8.

Sumber: Ubergizmo.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge