0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Geledah Keraton, Sejumlah Barang Bukti Disita

Polisi bersiaga di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Selasa (4/4) (dok.timlo.net/indira jayendra iswari)

Solo – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggeledah Keraton Surakarta terkait dugaan pemalsuan dokumen oleh Lembaga Dewan Adat yang digawangi GKR Koes Moertiyah, Sabtu (15/4). Dari penggeledahan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti.

“Barang-barang bukti kami tahan untuk kami pelajari sekaligus sebagai barang bukti,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes R. Djarod Padakova usai penggeledahan.

Penggeledahan dilakukan sekitar Pukul 09.00 – 12.00 WIB. Barang bukti yang disita di antaranya stempel, satu set komputer termasuk printer, satu bendel surat permohonan kekancingan, dan blangko kekancingan.

“Kami akan telusuri keabsahan dokumen dan akan kita susun jadi berita acara untuk membtuktikan apakah benar terjadi pemalsuan dokumen,” kata dia.

Djarod tidak memastikan sampai kapan penyidikan akan berlangsung. Menurutnya, penyidikan masih dalam tahap pengumpulan bukti-bukti. Pihaknya masih membutuhkan keterangan dari saksi-saksi termasuk saksi ahli.

“Masih lama. Belum tahu sampai kapan,” kata dia.

Untuk diketahui, penggeledahan Keraton Surakarta dilakukan berdasarkan laporan KGPH Dipokusumo. Adik KGPH Panembahan Agung Tedjowulan itu melaporkan GKR Koes Moertiyah terkait dugaan pemalsuan dokumen pemberian gelar kehormatan atau biasa disebut kekancingan.

Menurut Tim Lima bentukan Pakubwana XIII, sejak tahun 2013 lalu, Pakubuwana XIII tidak pernah memberikan gelar kepada siapa pun. Di lain pihak, Lembaga Dewan Adat secara rutin mengadakan pemberian gelar setiap tahun saat Tingalan Jumenengan di Sasana Sewaka.

“Setiap gelar yang diberikan harus dilengkapi sertifikat yang ditandatangani Pakubuwana XIII. Artinya, gelar yang diberikan sejak 2013 sampai sekarang tidak sah karena Sinuhun tidak pernah merasa menandatangani satu sertifikat pun,” kata Ketua Satgas Panca Narendra alias Tim Lima, KGPH Benowo.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge