0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Alokasi Pupuk Setiap Tahun Berlebih, Ini Penyebabnya

Kepala Biro ISDA Setda Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu (foto: Putra)

Sukoharjo – Alokasi pupuk bersubsidi pada tahun 2017 mengalami penurunan sekitar 10 persen dari tahun 2016 dikarenakan biaya produksi pupuk naik sedangkan alokasi anggaran tidak jauh berubah. Namun demikian, penurunan alokasi ini diyakini tidak akan berpengaruh kepada hasil produksi.

“Alokasi dari lima jenis pupuk bersubsidi untuk tahun 2017 semua turun mulai dari enam persen hingga 13 persen. Namun saya meyakini tidak akan berpengaruh karena berdasarkan pengalaman, setiap tahun realisasinya tidak sampai 100 persen,” kata Kepala Biro ISDA Setda Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu, Kamis (13/4).

Untuk tahun 2017 alokasi pupuk urea 737.100 ton turun 11 persen dari tahun 2016, SP 36 151.590, turun 13 persen, ZA 209.603 turun delapan persen, NPK 364.700 turun 16 persen, dan pupuk organik dialokasikan 237.860 ton atau turun enam persen dari alokasi 2016. Penurunan ini disebabkan alokasi anggaran tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, namun biaya produksi naik.

Sementara itu, data dari tahun 2016 menunjukkan alokasi untuk pupuk urea 831.059 ton, dan terserap 779.260 ton, sedangkan untuk pupuk SP 36 dari alokasi 175.581, teralisasi 172.572 ton. Sementara untuk ZA alokasi 229.153 ton, teralisasi 217.781 ton, NPK alokasi 434.952 teralisasi 419.948, dan untuk pupuk organik alokasi 155.420 hanya teralisasi 167.860.

“Kenyataannya setiap tahun itu sealu sisa, padahal dari pengajuan kita, pemerintah hanya merealisasikan antara 80 persen hingga 96 persen. Dan itu karena pendataan hanya copy paste agar memudahkan penyusunan RDKKnya dan tidak merujuk ke kondisi kebutuhan riil petani itu berapa,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge