0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Penyebab Langkanya Pupuk Bersubsidi

Kepala Biro ISDA Setda Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu (foto: Putra)

Sukoharjo – Kelangkaan pupuk yang terjadi setiap memasuki musim tanam baru diakui disebabkan distribusi pupuk yang tidak tertib administrasi. Banyak pengecer pupuk bersubsidi yang menjual pupuk tanpa menanyakan kepada pembeli apakah masuk RDKK atau tidak, sehiangga banyak pupuk yang tepat sasaran.

“Para pengecer apakah mereka menanyakan kepada pembeli masuk kelompok tani? Ternyata tidak, apakah mereka menanyakan masuk ke dalam RDKK? Ternyata juga tidak. Sehingga banyak pupuk bersubsidi masuk ke yang tidak berhak, dan waktu petani membutuhkan pupuk sudah habis, itu kejadiannya,” kata Kepala Biro ISDA Setda Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu, Kamis (13/4).

Bahkan ada orang dari salah satu kebupaten di Jawa Tengah membeli pupuk bersubsidi dari kabupaten-kabupaten lain dan dimasukkan ke dalam gudang. Setelah itu mereka mencuci menjadi pupuk non subsidi dan menjulanya dengan harga yang jauh lebih mahal, jika mereka paling mahal beli dengan harga Rp 2.000 per kilogram bisa dijual Rp 6.000 per kilogram.

Dan begitu petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi membutuhkan, pupuk di tingkat pengecer dan distributor sudah habis, sehingga terjadi kelangkaan pupuk. Namun dengan adanya kartu tani yang sudah mulai dilaunching di 13 kabupetan se-Jawa Tengah termasuk Sukoharjo bisa mencegah terjadinya penyalahgunaan pupuk bersubsidi ini.

“Untuk pelakunya sudah ditangkap dan sudah menjalani hukuman. Dan dengan kartu tani dipastikan bisa mencegah peyelewengan pupuk bersubsidi ini. Karena petani hanya bisa membeli pupuk bersubsidi dengan kartu tani yang setiap petani sudah mendapat jatah sesuai kebutuhan mereka masing-masing setiap tahunnya,” tandasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge