0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dana Operasional Seret, Upah Pengawas dan Sewa Genset Pakai Duit Siapa?

Bupati Karanganyar Juliyatmono memantau pelaksanaan ujian nasional SMA. (foto: Raymond)

Karanganyar – Penyelenggaraan UNBK SMA di Kabupaten Karanganyar hingga hari terakhir ujian berlangsung relatif lancar, Kamis (13/4). Meski, sejumlah sekolah terpaksa mengelimisasi kebutuhan urgen berutang ongkos operasional ujian.

“Kami tidak menyewa genset tahun ini karena anggaran dari Pemprov belum turun. Tidak seperti tahun kemarin yang sudah pasti dananya sehingga kebutuhan urgen itu bisa dipenuhi,” kata Kepala SMAN 2 Karanganyar, Sulistyowati kepada wartawan, Kamis (13/4).

Peralihan tata kelola SMA dan SMK dari Pemkab ke Pemprov berimbas pada majanemen keuangan institusi pendidikan tingkat tersebut. Pihak sekolah harus menghemat belanja rutin termasuk keperluan UNBK seperti penyediaan genset.

Alat itu berfungsi menyuplai listik jika aliran dari PLN padam sewaktu-waktu. Lantaran tidak mampu menyewa genset, pihak sekolah meminta perusahaan listrik negara menjamin alirannya stabil selama penyelenggaraan UNBK.

“376 siswa ikut ujian ini dari total 377. Satu siswa kelas XII IPA meninggal dunia karena kecelakaan,” katanya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Karanganyar, Bagus Nugroho mengatakan kendala dana operasional dialami semua sekolah SMA penyelenggara ujian nasional. Dana transfer yang dijanjikan pemprov belum kunjung cair. Padahal pihak sekolah harus membayar uang transportasi pengawas ujian nasional.

“Masing-masing sekolah suah berupaya. Hingga hari terakhir lancar. Untuk masalah listrik untungnya tidak ada kendala,” katanya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge