0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KPK: Tak Semua Penyidik Mau Bawa Senjata

(merdeka.com)

Timlo.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melakukan evaluasi pengamanan dan perlindungan terhadap para penyidiknya. Perlindungan dan pengamanan tak hanya akan diberikan kepada penyidik KPK, namun juga akan diberikan kepada keluarganya.

“Untuk (pengamanan) keluarga insidentil. Jika ada peningkatan eskalasi, akan dijaga. Termasuk yang menangani langsung kasus. Pengamanan tak hanya karena penanganan kasus e-KTP, kasus lain (penyidik) juga diberi pengawalan,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang di Yogyakarta, Rabu (12/4).

Saut menjelaskan, KPK sudah memiliki sistem dan prosedur untuk memberikan perlindungan dan keamanan bagi para penyidiknya. Seorang penyidik, lanjut Saut, mendapat pengawalan dua hingga tiga orang.

“Kami juga menyediakan senjata bagi penyidik. Tetapi tak semua penyidik mau membawa senjata,” terang Saut.

Saut menambahkan, belajar dari peristiwa yang dialami oleh Novel Baswedan, seluruh unsur di KPK untuk membaca sinyal-sinyal kecil yang bisa merujuk pada terjadinya tindak kejahatan maupun intimidasi. Sinyal-sinyal itu bisa kemudian disampaikan ke pimpinan KPK.

“Tanpa diminta, pengamanan sebetulnya sudah kami beri. Tapi yang namanya orang jahat kan sudah mengintai kan, kapan akan masuk,” ungkap Saut.

Saut menuturkan, Novel Baswedan sempat menolak menerima pengawalan karena merasa sudah cukup aman. Tetapi, sambung Saut, KPK tetap memberikan pengawalan kepada Novel Baswedan.

“Saat kejadian berlangsung, pengawalan tidak dilakukan karena Novel sedang melakukan ibadah. Ketika akan ibadah kan tidak boleh diatur. Ke depan kita akan lebih hati-hati,” jelas Saut.

[rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge