0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Pilgub Jateng, KPU Minta Pemkab Cermat NIK

Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Ketua KPU Jateng Joko Purnomo dan Ketua KPU Wonogiri Mat Nawir saat launching Rumah Pintar Pemilu atau Lorong Demokrasi (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Untuk menghindari kekisruhan data penduduk dalam helatan Pilgub 2018 mendatang, KPU Jateng memberikan warning kepada pemerintah kabupaten (Pemkab)/ Pemkot untuk mencermati nomor induk kependudukan (NIK) warganya. Pasalnya, NIK merupakan data vital dan dianggap paling pokok dalam helatan Pemilu.
“NIK merupakan nomor pokok bagi warga negara untuk segala macam keperluan administrasi kewarganegaraan. Termasuk di dalamnya administrasi kepemiluan. Apalagi basis data pemilih dalam Pilgub adalah KTP elektronik dengan NIK-nya, sehingga NIK harus benar-benar dicermati. NIK itu pokok,” kata Ketua KPU Jateng, Joko Purnomo, di Wonogiri, Rabu (12/4).
Disebutkan, tahapan pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2018 bakal dimulai pertengahan tahun ini. Sehingga pemerintah perlu segera melakukan pencermatan NIK warga, menurut Joko, perlu agar tidak terjadi kekisruhan data. Pasalnya pernah ditemui kasus, ada NIK warga yang sama, namun berbeda nama, contohnya Joko dan Djoko. Ketika diproses, saat muncul dalam basis data adalah kedua orang tersebut.
“Juni 2018 mendatang sudah coblosan (Pilgub Jateng). Kita berharap semua proses lancar, pendaftaran pasangan calon dimulai pada Januari 2018,” kata dia.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Wonogiri, Sungkono menjelaskan, berdasarkan data agregat kependudukan kecamatan (DAK2) per akhir Maret 2017, jumlah penduduk Wonogiri adalah 1.086.394 jiwa. Adapun jumlah penduduk yang usianya sudah wajib KTP mencapai 836.386 orang. Dia juga menyebut jika DAK2 terus mengalami perubahan.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge