0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Apakah Kontroversi Ardian Syaf Akan Mempengaruhi Nasib Komikus Indonesia Lainnya?

Cover X-Men Gold. (Dok: Timlo.net/ Newsarama.com)

Timlo.net—Kontroversi kasus penciler/ilustrator komik “X-Men Gold” #1 Indonesia, Ardian Syaf yang menyisipkan pesan-pesan tersembunyi dalam komik itu menimbulkan pertanyaan lain. Menurut situs Bleedingcool.com, beberapa ilustrator yang menjadi pekerja lepas untuk perusahaan komik luar negeri mulai mempertanyakan dampak kontroversi ini terhadap mereka.

Salah satu nama ilustrator yang disebut situs itu adalah Admira Wijaya. Dia dikatakan merupakan pencipta komik Indonesia yang memiliki nama di dunia komik Amerika Serikat. Dalam akun Facebooknya, Admira mengungkapkan kekuatirannya terkait nasib para pekerja lepas Indonesia yang selama ini memiliki kontrak dengan perusahaan komik luar negeri seperti Marvel dan DC. Sayangnya tulisan Admira ini sudah dihapus dari akun Facebooknya.

Admira, menurut Bleedingcool.com mengaku kuatir jika perusahaan komik luar beranggapan jika ilustrator komik Indonesia semuanya anti Yahudi atau anti Kristen. Tulisan Admira itu sempat dibalas langsung oleh Ardian yang mengatakan jika Admira tidak perlu kuatir dengan hal itu. Marvel, tulis Ardian adalah perusahaan profesional. Adrian juga sempat meminta Marvel tidak mem-blacklist teman-temannya dari Indonesia yang bekerja di perusahaan itu. Ardian juga berkata jika Admira dan rekan yang lain tidak perlu kuatir tentang pekerjaan, karena mereka akan memperoleh apa layak mereka peroleh.

Menanggapi komentar ini, Admira mengatakan mudah bagi Ardian berkata demikian karena di Marvel, dia adalah artis superstar. Admira juga mengaku jika pihak Marvel menanyakan beberapa hal kepadanya.

Salah satu komikus lokal lainnya juga menyampaikan pendapatnya terhadap sikap Ardian yang menyusupkan beberapa pesan kontroversial di komik Marvel. Salah satu komikus itu adalah Aji Prasetyo, seorang komikus indie yang juga mengenal Ardian.

Dia mengungkapkan kekuatiran yang sama dengan Admira terhadap nasib para komikus atau pekerja lepas lainnya karena ulah Ardian. “Tindakan Ardian Syaf yang menambahkan simbol-simbol yang mengarah pada isu Al Maidah dan aksi 212 tentu saja bertentangan dengan ideologi perusahaan komik amerika yang jadi kliennya. Jadi wajar jika perusahaan tersebut sangat kecewa begitu dilapori tentang tindakan doi. Kudengar perusahaan tersebut melayangkan sanksi terhadapnya,” tulis Aji lewat akun Facebooknya, Minggu (9/4).

“Tapi masalah tidak sampai di situ saja. Dampak dari tindakannya cukup berbahaya bagi kelangsungan sandang pangan sesama comic artist Indonesia yang mencari nafkah dari perusahaan luar negeri. Kita tahu sendiri, suhu politik internasional sedang kayak gini. Terorisme merajalela, beberapa negara eropa terlihat mulai dijangkiti Islamofobia. Kawanku beberapa bulan lalu mengeluh, rombongan kesenian tradisional yang diikutinya batal manggung di salah satu negara karena permohonan visanya ditolak. Negara tersebut tidak mau menerima rombongan orang asal Indonesia yang berdomisili di daerah yang tercatat pernah menghasilkan teroris. Tuh, kan? Jangan bilang isu radikalisme tidak berdampak luas. Jadi apa yang dilakukan Ardian Syaf ini cukup membahayakan sandang pangan sesama kawan seprofesinya. Saranku untuk dia sih gampang saja. Jika dia ingin idealis, cobalah menerapkannya dengan memakai caraku,” tambahnya.

 

 

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge