0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keberadaan Ojek Online Mendapat Tanggapan Beragam dari Pelaku Usaha Taksi

Para pelaku usaha taksi saat rapat di kantor Organda Solo (setyo)

Solo – Aktivitas dari para ojek online yang nekat mengangkut penumpang diwilayah Solo mendapat tanggapan beragam oleh pelaku usaha taksi. Untuk menyikapi hal itu, mereka menginginkan agar Pemerintah daerah untuk bisa bertindak tegas.

“Mestinya pemerintah bisa bertindak tegas. Karena jelas-jelas mereka (ojek online) melanggar Undang-undang dan menyalahi kesepakatan, yaitu mengangkut penumpang,” ujar Manager Operasional Solo Central Taksi, Heru Purwanto kepada wartawan, Selasa (11/4).

Menyikapi hal tersebut, pihaknya bersama dengan pelaku usaha taksi lainnya dan Organda akan melakukan audiensi dan koordinasi dengan Walikota Solo serta Dishub di Soloraya. Dengan tujuan agar dapat menghentikan praktik para ojek online dalam mengangkut para penumpang.

“Karena jika ini dibiarkan akan sangat merugikan kita. Bahkan sejak adanya mereka, pendapatan kami nyaris turun 60-70 persen,” jelasnya.

Sementara itu, berbeda dengan pendapat pelaku usaha taksi lainnya. Direktur Taksi Gelora, Medy dalam kesempatan yang sama menyampaikan, terkait dengan adanya praktik ojek online yang mengangkut penumpang di Solo pihaknya mengaku tidak ada persolakan. Hal itu karena segmen penumpang yang disasar berbeda.

“Kita tidak ada urusan dengan ojek online. Karena kita kan roda empat mereka roda, tentu segmen penumpangnya berbeda,” terangnya.

Pihaknya hanya berharap agar pemerintah dapat membatasi jumah keberadaan taksi. Jangan sampai dengan adanya Permenhub nomor 32 tahun 2016 justru keberadaan taksi menjadi tidak terbendung. Karena jika itu dibiarkan akan dapat memicu persaingan usaha yang tidak sehat.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge