0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Orangtua Pantau Pelaksanaan UNBK Lewat HP

(dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tak hanya diawasi pihak sekolah. Namun dengan adanya kecanggihan teknologi saat ini, orangtua murid melalui aplikasi di handphone (HP) dapat turut serta memantau pelaksanaan UNBK.
“Kami memberikan aplikasi gratis berupa XMEy kepada orang tua. Bisa diunduh dan diaktifkan, asal ada jaringan internet. Kami memiliki 48 titik pantai CCTV semua terhubung dalam aplikasi itu,” beber Kepala SMAN 3 Wonogiri, Titik Handayani, Senin (10/4).
Sehingga, sebut Titik, orangtua murid walaupun di perantauan dapat dengan mudah memantau melalaui telepon seluler berbasis android yang sudah terhubung aplikasi di sekolah itu. Bahkan aplikasi itu berfungsi tidak hanya disaat pelaksanaan UNBK saja, namun aplikasi tersebut setiap hari bekerja memantau kegiatan belajar mengajar di lingkungan sekolah setempat.
Sedang pelaksanaan UNBK di SMAN 3 WOnogiri terbilang lancar. Titik  mengatakan, peserta dari dalam sekolah sejumlah 281 anak. Sedangkan peserta dari luar, yakni SMA Pancasila 1 Wonogiri dan SMA Muhammadiyah 1 Wonogiri, masing-masing ada 20 anak.
“Dua sekolah itu bergabung karena belum memiliki peralatan yang memadai. (Peralatan) di sini lebih dari cukup. Hari ini  semua peserta masuk,” kata Titik.
Hal serupa diungkapkan Kepala SMA Negeri 2 Wonogiri Endang Sunarsih. Menuurtnya,  pelaksanaan UN cenderung lancar, jumlah peserta 373 anak. Ada empat ruang yang difungsikan dalam satu sesi, dimana dalam sehari ada tiga sesi.
Sedang dari pantauan Timlo.net dilapangan diketahui,pelaksanaan UN sesi pertama diwarnai insiden mati yang lampu terjadi di dua kecamatan, yakni Pracimantoro dan Paranggupito. Hanya saja di wilayah Kecamatan Pracimantoro, bisa segera ditangani, dan tidak membuat pengaruh berarti terhadap pelaksanaan UN.
Informasi yang dihimpun, sekolah, segera mengoperasikan genset dan tidak mempengaruhi server. Paling terasa pengaruh mati lampu dialami SMA Pancasila 3 Paranggupito. Kendati genset sudah dinyalakan, peserta tetap tidak bisa log in ke jaringan. Lantaran sinyal internet terputus, tower atau base transceiver system (BTS) seluler tidak bisa memancarkan sinyal. Gara-garanya, suplai daya ke tower seluler juga mati. Belum diketahui apakah genset di tower seluler sudah dinyalakan atau belum. Hal itu cukup merepotkan pelaksanaan UN. Bahkan jadwal UN menjadi mundur dari semula. Beruntung permasalahan kemudian bisa diatasi.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge