0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wonogiri Jadi Daerah Unggulan Ketahanan Pangan

Dirjen Holtikultura Kementan Sputnik Sujono Kamino (kanan) didampingi Bupati Wonogiri Joko Sutopo (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Pemanfaatan pekarangan merupakan salah satu solusi keluarga untuk menghadapi harga komoditi sayuran dan buah-buahan yang fluktuatif. Upaya itu pun mendapat apresiasi dari Pemkab Wonogiri. Bahkan, kreativitas masyarakat dalam  memaksimalkan pekarangan sebagai lahan budidaya sayuran juga mencuri perhatian pemerintah pusat.
“Kenapa Wonogiri menjadi satu daerah unggulan dari 10 propinsi, ya karena masyarakat Wonogiri ini sudah respon dengan upaya ketahanan pangan, coba lihat masyarakat sudah menanam tanaman dalam rangka mendukung ketahanan pangan. Ada buah naga, pepaya amerika, itu bukan ditanam semalem itu sudah lama dan itulah menjadi bukti bahwa masyarakat sudah berupaya melakukan optimalisasi lahan pekarangan,” kata Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Sputnik Sujono Kamino di sela-sela kunjungannya di Wonogiri, Senin (10/4).
Dikatakan, kondisi geografis Wonogiri merupakan wilayah paling ujung di Jateng. Bahkan wilayah itu kerap dilanda kekeringan, namun demikian kreativitas masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, Dasa Wisma mampu menanam tanaman pangan (holtikultura) dan memanfaatkan lahan yang seadanya dengan sistem tambulampot.
“Saya sudah sampaikan kepada Bupati, kalau seperti ini pemerintah pusat gampang memberikan stimulan, tapi kalau masyarakatnya malas ya susah. Tapi jika dilihat di sini masyarakatnya sedang berjuang dengan melawan kondisi geografis semacam ini. Yang jelas hasil ibu-ibu PKK di kecamatan ini sudah menjadi bukti,” katanya.
Disebutkan, Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK melaunching “Gerakan Peran Serta Masyarakat dalam Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan Keluarga Indonesia” secara serentak di 10 provinsi yaitu Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.
Menurut Sputnik, pihaknya juga menyambangi desa kawasan yang terletak di Desa Glesungrejo, Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Pihaknya juga memberikan bantuan berupa bibit cabai, bibit sayur, kultivator dan ayam petelur serta kunjungan ke lokasi KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari). Jumlah bantuan yang  diberikan berupa bibit cabai sebanyak 150.000 untuk 10 provinsi, ayam petelur sebanyak 1.000 ekor, Kultivator sesuai kebutuhan masyarakat sekitar sebanyak 5 buah.
Bupati Wonogiri, Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan,pemanfaatan pekarangan merupakan kreativitas warga yang luar biasa, sehingga mempunyai dampak ekonomi untuk keluarga.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge