0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kader PKS Dijemput Densus 88, Ini Tanggapan DPR

Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menyarankan Densus 88 mengumpulkan informasi lebih lengkap dari negara Turki terkait Anggota DPRD Pasuruan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nadir Umar yang disebut masuk ke wilayah Suriah. Hal ini diperlukan agar tidak timbul kegaduhan di masyarakat soal isu WNI bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

“Sebaiknya Densus juga lebih memberikan informasi yang lengkap dari negara Turki terkait informasi yang bersangkutan, apalagi dia anggota parpol yang bisa jadi missleading,” kata Bambang di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (10/4).

Bambang mengaku mendapat informasi hasil pemeriksaan, Nadir tidak ada kaitan dengan ISIS. Selain Nadir, ada lagi satu WNI yang dideportasi oleh pemerintah Turki yakni Budi Mastur, dari LSM Forum Dakwah Nusantara (FDN). Keduanya masuk ke wilayah Suriah membawa donasi sebesar USD 20.000 untuk para pengungsi di Turki dan Lebanon.

“Setelah diperiksa dan dilepas tentunya lewat pendalaman Densus tidak terkait dengan ISIS,” terangnya.

Politisi Partai Golkar ini akan meminta keterangan atas masalah ini kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam rapat kerja pekan depan.

“Minggu depan kita akan tanya Kapolri, jelaskan apa yang sebetulnya terjadi terhadap anggota PKS ini yang disuruh keluar dari Turki karena diduga terkait ISIS atau hal-hal lain,” ujar Bambang.

Anggota DPRD Pasuruan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Nadir Umar, dijemput Densus 88 usai pulang dari Suriah. Polisi meluruskan Umar bukan ditangkap, tetapi dijemput karena polisi menerima informasi ada WNI yang dideportasi dari Turki. Sesuai prosedur, Densus 88 akan melakukan pemeriksaan.

“Anggota DPRD tersebut bukan ditangkap namun dijemput. Seperti biasanya apabila ada yang dideportasi, diberitahukan ke Densus 88 untuk diperiksa. Kebetulan kemarin 8 April 2017 pukul 15.00 WIB dijemput 2 orang yang dideportasi dari Turki via Malaysia di bandara Juanda Surabaya¬†dan Husein Sastra Negara Bandung,” kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Rikwanto, Minggu (9/4).

Hasil interograsi polisi, kedua WNI tersebut masuk ke wilayah Suriah dengan menggunakan cover relawan misi kemanusiaan, yang merupakan relawan dari Yayasan Qouri Umah.

“Rencana dana yang disalurkan oleh yayasan ini, sebesar USD 20.000 yang akan didonasikan kepada para pengungsi di Turki dan Lebanon,” kata Rikwanto. [rnd]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge