0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Dewan Adat Diberi Waktu Sampai 11 April

Tim Lima menggelar jumpa pers di Sasana Narendra, Minggu (9/4). Jumpa Pers dihadiri KPAA Begug Purnamasidi, KGPH Benawa, dan KGPHPA Tedjowulan (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Tim Lima meminta Lembaga Dewan Adat untuk segera membongkar sekat yang memisahkan Sasana Narendra dari bagian Keraton yang lain. Sekat tersebut memblokir akses Pakubuwana XIII menuju area Kedhaton untuk mengadakan Tingalan Jumenengan Dalem 22 April mendatang.

“Kita beri waktu sampai Selasa (11/4) besok untuk membongkar sekat yang ada,” kata Ketua Satgas Tim Lima, KGPH Benowo saat jumpa pers di Sasana Putra, Minggu (9/4).

Benowo menerangkan, untuk menggelar Tingalan Jumenengan perlu persiapan yang cukup lama. Pakubuwana XIII harus memilih satu dari sekian banyak pusaka yang tersimpan di Gedong Pusaka. Raja juga biasanya nenggani (menunggui – Red) latihan tari Bedhaya Ketawang di Sasana Sewaka. Selain itu, berbagai peralatan seperti gamelan, perabot, dan lain sebagainya perlu dicek sebelum upacara digelar. Semuanya  berada di area Kedhaton sehingga Pakubuwana XIII dan Tim Lima tidak bisa melaksanakannya.

Mengingat waktu penyelenggaraan Tingalan Jumenengan Dalem yang kian dekat, Benowo menegaskan, pihaknya akan membongkar sendiri sekat-sekat yang ada bila Lembaga Dewan Adat tidak segera membongkarnya. Tak hanya itu, Pakubuwana XIII juga akan menjatuhkan hukuman adat kepada Lembaga Dewan Adat bila tidak mematuhi perintahnya membongkar sekat.

“Selain hukuman adat, kita juga melakukan upaya hukum. Karena ada pelanggaran undang-undang yang dilakukan lembaga dewan adat,” tegasnya.

Meski demikian, ia berharap Lembaga Dewan Adat mau membuka diri. Selama ini, upaya Tim Lima untuk berunding dengan Dewan Adat yang digawangi GKR Koes Moertiyah selalu menemui jalan buntu. Terakhir, Lembaga Dewan Adat bersikukuh mengadakan Tingalan Adeging Bedhaya Ketawang tanpa Pakubuwana XIII.

“Kalau mereka mau membongkar sendiri, Sinuhun tidak akan menghukum. Tapi kalau nekat,  mau gimana lagi? Mbok ya sudah, orang mau ulang tahun saja kok dihalang-halaingi,” tuturnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge