0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelahiran Kerbau Ini Dirayakan Seperti Manusia

Keluarga besar kerbau keturunan Kyai Slamet bertambah anggota baru Selasa (4/4) lalu. Saat berusia atau lima hari, digelar Upacara Adat Bancakan untuk anak kerbau bule itu dan dinama Nyai Soge, Sabtu (8/4) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Setiap kelahiran bayi pastinya membawa kebahagiaan. Tak jarang kehadiran makhluk mungil itu ke dunia dirayakan dengan gembira. Bahkan beberapa hewan peliharaan cukup beruntung mendapat perlakuan serupa seperti Nyai Soge yang lahir Selasa (4/4) lalu.

Nyai Soge memang bukan binatang peliharaan biasa. Ia adalah anak ketiga dari Nyai Asih, salah satu keturunan Kyai Slamet, kebo pusaka peliharaan Keraton Surakarta. Soge lahir dengan selamat dibantu srati (sebutan untuk penanggung jawab pemeliharaan kerbau Keraton Surakarta), Heri Sulistyo.

Sesuai Adat Jawa, saat bayi berusia lima hari diadakan upacara bancakan sepasaran bayi. Saat itu, nama keluarga mengundang tetangga sekitar untuk kembul bujana atau makan bersama dan mendoakan kebaikan untuk si jabang bayi. Saat itu pula, bayi yang baru lahir diberi nama.

“Kita namai Soge karena lahir Selasa Wage,” kata dia saat ditemui di kediamannya usai upacara, Sabtu (9/4).

istimewa

Meski sederhana, upacara tetap digelar sesuai adat. Bancakan berlangsung di salah satu warung di dekat kandang kerbau yang terletak di sudut Tenggara Alun-alun Selatan. Seperti layaknya bancakan untuk manusia,  warga sekitar berkerumun di sekitar tumpeng terutama anak-anak. Puluhan anak usia SD hingga SMP turut mendoakan Nyai Soge. Lalu mereka pulang membawa takir berisi gudangan. Tak lupa, buah dan jajan pasar juga turut disajikan sebagai pelengkap. Beberapa anak membawa dua jatah atau lebih untuk saudara di rumah.

“Kita utamakan warga sekitar termasuk anak-anaknya yang punya warung di Alun-alun Selatan,” kata dia.

timlo.net/ichsan rosyid

Adat bancakan untuk kerbau peliharaan Keraton Surakarta sendiri bukan baru pertama kali ini diadakan. Setiap kerbau keturunan Kyai Slamet memang diperlakukan seperti layaknya manusia. Sebagian upacara yang mengiringi masa hidup orang Jawa juga diselenggarakan untuk kerbau keturunan Kyai Slamet. Saat kerbau bule itu mati pun, upacara khusus juga diselenggarakan sebelum pemakaman. Bangkai kerbau pun diperlakukan layaknya jenazah manusia. Diberi kafan dan didoakan sesai Adat Jawa.

istimewa

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge