0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ulin, Wisudawan Terbaik Ini Punya Tiga Kunci Sukses

Nur Isnaini Wulan Agustin (foto: Tyo Eka)

Sukoharjo – Ulin, panggilan akrab Nur Isnaini Wulan Agustin tercatat sebagai wisudawan terbaik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta periode bulan April 2017 yang berlangsung, di Graha IAIN Surakarta, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (8/4). Ia adalalh lulusan Hurusan Pendidikan Bahasa Inggris (FBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dengan IPK 3,80 dan berpredikat sangat memuaskan.

“Menjadi wisudawan terbaik merupakan hal yang tidak pernah saya sangka karena saya sadar betul kalau saya ini bukan tergolong mahasiswa yang pintar dan rajin. Meskipun tidak bisa dipungkiri, saya selalu bermimpi ingin menjadi yang terbaik,” ujar Ulin, Sabtu (8/4).

Perempuan yang tinggal di Manggung, RT 01 RW 08, Cangakan, Karanganyar ini mengaku, dirinya menerapkan tiga hal sebagai kunci sukses untuk menggapai cita-cita.

“Ketiga kunci itu yakni Berani, Percaya Diri dan Yakin. Kunci yang harus dipegang ketika ingin mewujudkan mimpi yang besar,” ujar Ulin yang saat diwisuda berusia 21 tahun, yang kini tinggal bersama orang tuanya di Manggung, RT 01 RW 08, Cangakan, Karanganyar.

Ulin merupakan Anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan sang ayah, Iding, berasal dari Ciamis Jawa barat, sedangkan Ibu, Ninik Purwanti, berasal dari Karanganyar. Keduanya berprofesi sebagai pedagang. Iding adalah pedagang kerupuk yang setiap harinya loper ke warung-warung sedangkan Ninik berjualan makanan ringan di SD dekat rumah.

Saat kuliah, Ulin mengaku sempat berjualan arem-arem yang dijajakan kepada para temannya yang tinggal di kos.

“Umumnya mereka belum sarapan saat ada jadwal kuliah pagi. Jadi arem-arem adalah solusi dan peluang bagi saya untuk menambah uang saku,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Ulin mengaku sempat aktif di beberapa organisasi kampus, seperti di HMJ Pendidikan Bahasa Inggris dan Tadris Bahasa Indonesia (HMJ PBI & TBI) dan juga Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Ulin juga mengungkapkan, saat menyelesaikan tugas akhitnya, Ia meneliti tentang penggunaan blog di kelas Interpreting.

Sasaran penelitian tersebut adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris semester. Karena pada kelas Interpreting dilaksanakan dengan oral production maka menurutnya blog dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahunan materi interpreting selain belajar di dalam kelas saat perkuliahan.

Meskipun blog hanya menjadi materi tambahan, namun ini dapat membantu mahasiswa agar dapat memahami materi dengan baik dan saat sesi praktik. 6. Berdasar penelitian tersebut, mahasiswa terbantu dengan blog, khususnya saat kelas Interpreting.

Tidak hanya prestasi akademik yang ia raih selama kuliah, Ulin yang memiliki hobi mengajar dan traveling, pernah mengecap pendidikan akademik dan non akademik di Deakin University, Australia dalam Short Course Student Mobility Program 2016 yang diselenggarakan oleh MORA Scholarship Kementerian Agama Republik Indonesia. Ulin pun pernah mendapatkan juara 3 Lomba Story Telling di Fairy Sale Competition pada awal semester.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge