0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tersangka Serangan Truk di Swedia Sering Posting Video ISIS di Facebook?

Serangan truk Swedia. (Dok: Timlo.net/ Hindustan TImes. )

Timlo.net—Tersangka dalam serangan truk mematikan di Stockholm, Swedia, Jumat (7/4) waktu setempat pernah memposting video-video kekejaman ISIS di Facebook. Dia juga menyukai sebuah foto yang menunjukkan kehancuran setelah pengeboman yang terjadi pada Boston Marathon tahun 2013.

Surat kabar Aftonbladet berkata tersangka adalah pria berusia 39 tahun dari Uzbekistan yang tinggal di pinggiran kota Stockholm. Surat kabar itu mengutip teman tersangka yang mengatakan jika pria itu adalah ayah dari empat anak dan bekerja di konstruksi bangunan.

“Dia tidak pernah bicara politik atau agama. Satu-satunya yang pernah dia bicarakan adalah tentang memperoleh lebih banyak pekerjaan sehingga dia bisa mengirim uang kepada keluarganya di rumah,” kata teman tersangka.

Empat orang terbunuh dan 15 lainnya terluka, Jumat saat truk bir yang dibajak melaju di trotoar di pusat sebuah department store di Stockholm. Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven berkata jika negaranya telah diserang dan menggambarkan aksi ini sebagai aksi teror.

“Negara dalam kondisi shock. Tujuan terorisme adalah merusak demokrasi. Tapi tujuan seperti ini tidak akan pernah tercapai di Swedia,” katanya.

The Aftonbladet mengutip sumber kepolisian yang berkata jika pihak berwenang memiliki sebuah bukti yang sangat kuat terhadap tersangka. Pria yang ditahan ini memakai baju yang sama dengan pria yang ada dalam foto yang disebar polisi. Tersangka juga ditutupi dengan kaca pecah saat ditangkap.

Truk bir yang dicuri ini berjalan sekitar 457,2 meter di sebuah trotoar di jalan the Drottniggatan sebelum menabrak kerumunan masyarakat di luar Ahlens departmen store pada pukul 15:00 waktu setempat. Truk ini lantas melaju ke pintu masuk bangunan itu. Rekaman kamera menunjukkan asap keluar dari departmen store itu setelah tabrakan.

Polisi percaya tersangka lari ke sebuah stasiun kereta bawah tanah dan mencoba membaur dengan para pengguna kereta. Sumber kepolisian berkata pria itu naik kereta yang menuju bandara internasional Stockholm. Lalu dia beralih menggunakan kereta lain dengan tujuan mengecoh pihak berwenang.

“Dia tidak punya tempat tujuan. Dia berperilaku aneh,” ujar sumber itu.

Tersangka akan tampil dalam sebuah pengadilan Sabtu minggu depan. Jaksa penuntut memiliki waktu hingga Selasa minggu depan untuk meminta tersangka ditahan atau dilepas.

Serangan truk ini merupakan serangan terbaru yang terjadi di Eropa. Dalam sebuah serangan bulan lalu yang dilakukan ISIS, seorang pria mengemudi ke kerumunan masyarakat di Westminster Bridge, London, Inggris yang membunuh tiga orang dan melukai banyak orang sebelum menusuk seorang polisi hingga mati. Dia ditembak mati oleh polisi. Korban keempat, seorang wanita terlempar di sungai Thames gara-gara tertabrak mobil. Wanita ini meninggal Kamis minggu ini.

Kelompok ISIS juga mengaku bertanggung jawab terhadap serangan truk yang membunuh 86 orang di Nice, Perancis pada Juli 2016 selama festival Bastille Day. Dan sebuah serangan truk juga membunuh 12 orang di pasar Natal di Berlin, Jerman.

Pada Februari 2017, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan jika Swedia bisa menjadi negara Eropa yang menjadi target serangan ekstrimis berikutnya. Dua hari setelah komentarnya, sebuah kerusuhan terjadi di wilayah pinggiran kota Stockholm yang dihuni oleh para imigran. Polisi menembak para pelaku kerusuhan. Tindakan ini membuat para penduduk Swedia terkejut karena mereka jarang melihat polisi menggunakan senjata api.

Serangan truk yang terjadi Jumat ini terjadi di dekat tempat serangan di Stockholm yang terjadi pada Desember 2010. Dalam serangan itu, Taimour Abdulwahab, seorang warga negara Swedia yang tinggal di Inggris meledakkan bom bunuh diri, membunuh dirinya dan melukai dua orang lainnya.

Taimour memakai sebuah mobil yang dipasangi bahan peledak dengan harapan ledakan itu akan mengenai orang-orang di Drottninggatan, jalan yang diserang Jumat ini. Bom di mobil tidak pernah meledak, dan dia mati setelah salah satu bom yang dia pasang di tubuhnya meledak di antara warga yang belanja untuk keperluan Natal.

Sumber: FoxNews.com

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge