0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Poktan Organik Diminta Berbenah

Petani Jaten menyemprot pestisida ke sawah terpapar telur wereng (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Kelompok tani organik binaan khusus didorong memperbaiki manajemen usaha agro. Meliputi pengemasan standar produk, labeling, hingga pemasaran modern.

“Kelemahannya pada manajemen. Contohnya saja, petani organik tidak tahu berapa hasil panennya. Saat ditanya pemodal, tentu harus bisa memberi kepastian. Sifatnya masih tradisional. Harus ada perbaikan manajemen,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Karanganyar, Supramnaryo kepada Timlo.net, Jumat (7/4).

Diperkirakan, luasan lahan pertanian padi organik mencapai 240 hektare dengan 12 kelompok tani hingga akhir 2016. Dari luasan itu, 80 hektare bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo mengatakan keberadaan Waduk Gondang di Kerjo potensial mencetak sawah baru di wilayah pertanian organik Mojogedang dan sekitarnya.

“Indeks tanam di Karanganyar 2,2. Artinya bisa panen lebih dari dua kali setahun. Mudah-mudahan suplai air 30 persen dari Waduk Gondang ke Karanganyar dapat dimanfaatkan pertanian di Mojogedang dan sekitarnya,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge