0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Upayakan Sarana Pertanian Organik

Petani memupuk tanaman padi pada awal masa tanam (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Karanganyar menyuplai kebutuhan pengembangan kawasan beras organik bernutrisi secara bertahap. Tahun ini, kelompok tani organik asal tujuh desa dibantu sarana angkutan hasil bumi dan jalan usaha tani.

“Hibah sepeda motot roda tiga, untuk membantu petani lebih praktis. Baru tersedia tujuh armada sepeda motor roda tiga itu,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Supramnaryo kepada Timlo.net, Jumat (7/4).

Tujuh desa itu yakni Pereng, Pendem, dan Gentungan di Kecamatan Mojogedang; Seloromo dan Balong di Kecamatan Jenawi; Ngemplak di Kecamatan Karangpandan dan Ngadiluwih, Matesih. Dikatakannya, sebenarnya kawasan beras organik bernutrisi berada di 15 desa. Namun baru tujuh saja kelihatan maju. Pada tahun 2016, luasan lahan pertanian padi organik mencapai 240 hektar dengan 12 kelompok tani. Dari luasan itu, 80 hektar bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Untuk rencana pengembangan di tahun 2017, Supramnaryo berharap bantuan APBN mampu mencukupi kebutuhannya. Lebih lanjut dikatakan, penyediaan jalan usaha tani merupakan faktor penentu keberhasilan petani memasarkan produknya. Dalam pengembangan kawasan beras organik bernutrisi, usulannya diprioritaskan. Sebagaimana yang sudah dikerjakan hingga 2016 melalui infrastruktur jalan dan jembatan di daerah sentra padi organik senilai Rp 4,8 Miliar.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge