0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ekspor Mebel dan Kerajinan Kayu Tumbuh Positif

Produk mebel (dok.timlo.net/ist)

Solo — Realisasi ekspor untuk komoditas mebel dan kerajinan kayu dari Solo menunjukkan pertumbuhan positif di awal tahun. Hal itu dipengaruhi oleh berbagai hal, diantaranya adalah permintaan pasar di Amerika Serikat yang meningkat serta turunnya produktivitas dari produk Tiongkok.

“Memang sekarang ini kondisi pasar ekspor khususnya di Amerika Serikat cenderung membaik seiring dengan adanya perbaikan perekonomian. Sehingga permintaan dari pasar domestik kita ikut terkerek,” ujar Ketua DPD HIMKI Soloraya, Adi Dharma Santoso saat dihubungi Timlo.net, Jumat (7/4).

Tidak hanya itu, menurutnya peningkatan volume ekspor tersebut juga terjadi lantaran Presiden Amerika Serikat membuat kebijakan baru. Yaitu dengan meningkatkan biaya masuk untuk produk ekspor dari Tiongkok dan Vietnam.

“Sebenarnya ini peluang yang bisa dimaksimalkan oleh pelaku dalam negeri. Karena dengan adanya kenaikan biaya masuk serta upah tenaga kerja di Tiongkok  yang saat ini tidak lagi murah, itu membuat produk mereka menjadi kurang kompetitif. Sehingga dengan kondisi ini dimungkinkan konsumen di Amerika Serikat akan mencari produk dari negara lain, salah satunya Indonesia,” jelasnya.

Untuk dapat memaksimalkan peluang pasar itu, Adi menyampaikan pelaku usaha dalam negeri harus dapat meningkatkan efisiensi dan inovasi produk. Hal itu dilakukan supaya tidak kalah dengan competitor dari Negara lain seperti misalnya Vietnam dan Malaysia.

Sementara itu dari data yang berhasil dihimpun melalaui Dinas Perdagangan Kota Solo, jumlah realisasi ekspor pada awal tahun terus meningkat cukup signifikan. Pasalnya pada periode Meret 2017, untuk komoditas kayu nilai transaksi ekspor mencapai 12,463 US Dollar, atau meningkat dari bulan sebelumnya yang hanya mencapai 10.754 US Dollar. Rotan 30.176 US Dollar atau meningkat dari sebelumnya 11.663 US Dollar dan perabot kayu mencapai 9.271 US Dollar atau meningkat dari sebelumnya yang hanya 3.551 US Dollar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge