0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

YouTube Akan Izinkan Channel Baru Pasang Iklan Setelah 10 Ribu Penonton

Youtube. (Dok: Timlo.net/Ars Technica.)

Timlo.net—Lima tahun lalu, YouTube membuka program iklan untuk siapapun. Saat itu siapapun yang ingin mendaftar layanan ini bisa bergabung. Mereka bisa mulai mengunggah video dan mulai menghasilkan uang. Model program ini membuat YouTube tumbuh menjadi platform video terbesar, tapi juga menimbulkan beberapa masalah. Orang-orang menciptakan akun-akun yang berisi video yang hak ciptanya dimiliki orang lain. Kadang-kadang pemilik hak cipta itu adalah perusahaan rekaman atau studio film besar. kadang-kadang hak cipta dipegang oleh pemilik saluran video di YouTube yang sudah populer.

Untuk mengatasi masalah ini, YouTube mengumumkan sebuah perubahan untuk program partner hari ini. Sekarang, para pencipta video baru bisa mengaktifkan fitur monetisasi (memasang iklan) bila mereka sudah mencapai 10 ribu kali tonton untuk saluran mereka.

YouTube percaya aturan baru ini akan memberikan mereka kesempatan mengumpulkan informasi yang cukup. Mereka ingin tahu jika saluran yang ada merupakan saluran yang asli. Batasan 10 ribu penonton ini juga dianggap tidak begitu banyak sehingga membuat hati para pemilik channel di YouTube kecut hatinya.

“Dalam beberapa minggu, kami juga akan menambahkan proses review untuk para pencipta baru yang mendaftar dalam Program YouTube Partner. Setelah seorang pencipta mencapai jumlah tonton 10 ribu sepanjang waktu, kami akan mengulas apakah aktivitas mereka melawan kebijakan kami,” tulis Ariel Bardin, VP manajemen produk YouTube dalam sebuah blog.

“Jika semuanya terlihat baik, kami akan membawa channel ini ke Program YouTube Partner dan mulai mengizinkan pemasangan iklan dalam konten mereka. Bersama batasan baru ini akan menolong uang hanya mengalir kepada para pencipta yang bermain sesuai aturan,” tambahnya.

Dengan aturan baru ini, YouTube ingin melindungi para pencipta yang videonya dicuri oleh para artis palsu. Selain itu, brand yang ingin memasang iklan juga tidak perlu takut memasang iklan pada video bermasalah. Selama ini, hal tersebut menjadi masalah bagi para pemasang iklan. “Batasan baru ini memberikan kami cukup informasi untuk menentukan validitas sebuah channel. Hal ini juga mengizinkan kami mengkonfirmasi jika sebuah channel mengikuti panduan komunitas dan kebijakan pengiklan,” ujar Ariel.

Lantas bagaimana tanggapan para pemilik saluran video di YouTube terkait kebijakan baru ini? Waktulah yang akan menjawabnya.

Sumber: The Verge.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge