0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Menguak Tim Fatmawati dalam Lingkaran Korupsi e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Jaksa KPK akan menghadirkan Tim Fatmawati dalam Sidang lanjutan kasus korupsi e-KTP. Tim ini dinilai punya peran cukup penting untuk menguak kasus tersebut.

“Tim Fatmawati sangat penting karena merekalah orang-orang yang kemudian meng-create terkait dengan project ini sampai dengan besarannya sampai dengan kemudian tadi yang dijelaskan Anang bahwa ada produk-produk yang sudah dikondisikan sejak awal,” kata Jaksa penuntut umum KPK, Irene Putri seusai sidang ketujuh kasus korupsi e-KTP di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis malam (6/4).

Irene menambahkan dalam proses pengerjaannya beberapa perusahaan yang tergabung dalam konsorsium PRRI melakukan subkontrak tanpa ada surat tertulis dari terdakwa II, Sugiharto, mantan pejabat pembuat komitmen Kemendagri.

Guna menguatkan adanya persekongkolan jahat oleh tim Fatmawati dalam kasus ini, Irene mengatakan pekan depan pihaknya akan menghadirkan perusahaan yang tergabung dalam konsorsium PNRI di persidangan.

“Minggu depan akan masuk konsorsium kita akan mulai buka persekongkolan mulai dari tim Fatmawati soal pengadaan,” ujarnya.

Aktor utama yang mengatur pertemuan di Fatmawati Andi Agustinus alias Andi Narogong juga akan dihadirkan untuk memberikan kesaksiannya, termasuk Paulus Tannos direktur PT Sandipala Arthapura yang disebut telah memberikan sejumlah uang guna mempermulus proyek ini kepada Sugiharto melalui perantara Yosep sumartono.

“Ya pasti karena dia tokoh sentral dalam kasus ini Paulus tannos juga termasuk pokoknya semua yang ada di konsorsium termasuk,” tandasnya.

Seperti diketahui dalam pembahasan proyek e-KTP jumlah perusahaan swasta melakukan pertemuan di ruko milik Andi Agustinus alias Andi Narogong yang beralamatkan di Graha Mas Fatmawati Blok B Nomor 33-35 Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Johanes Richard Tanjaya, Andi Agustinus, Irfan Hendra Pambudi Cahyo selaku Direktur PT mukarabi sejahtera yang merupakan keponakan dari ketua DPR Setya Novanto, Paulus tannos dan sejumlah orang lainnya.

Seperti yang tertuang dalam surat dakwaan milik Irman dan Sugiharto orang-orang yang ikut pertemuan di ruko Fatmawati atau yang disebut tim Fatmawati setiap bulannya mendapatkan gaji dari Andi Agustinus masing-masing sebesar Rp 5.000.000 selama 1 tahun sehingga total uang yang dikeluarkan oleh Andi Narogong untuk membayar anggota tim Fatmawati mencapai Rp 480 juta rupiah.

Persekongkolan di Fatmawati guna mengatur pemenangan tender yang diatur sedemikian rupa sehingga memenangkan PNRI sebagai perusahaan konsorsium.

[ang]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge