0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kemah Kebangsaan Kembali Digelar

Bupati Juliyatmono membuka kemah kebangsaan (raymond)

Karanganyar — Sebanyak 187 peserta kemah kebangsaan mengikuti kegiatan tahunan itu selama tiga hari (5-7/4) di lapangan Desa Karangbangun, Matesih. Materi di dalamnya membangun sikap toleransi antarumat beragama dan mengkader kerukunan di wilayahnya masing-masing.

“Agama adalah persoalan azasi dan pilihan untuk berketuhanan. Mari kita tingkatkan komunikasi antarsesama pemeluk agama karena itu bisa menepis prasangka dan kecurigaan terhadap pemeluk agama lain,” kata orang nomor satu di Pemkab Karanganyar ini saat membuka kemah kebangsaan, Rabu (5/4).

Tiap kelompok beranggota 11 peserta perwakilan kecamatan dari 17 kecamatan di Karanganyar. Terdiri unsur pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha. Kemudian ditambah pramuka kwaran dan KUA sehingga totalnya 187 orang. Melalui kegiatan di tahun keempat ini, bupati berharap rasa persatuan dan semangat membangun negeri bisa lebih ditingkatkan tanpa dilemahkan perseteruan dipicu SARA. Dalam kemah kebangsaan selama tiga hari itu diisi ceramah, outbond, diskusi dan bakti sosial. Para peserta tinggal di mes rumah penduduk setempat.

“Diharapkan, kerukunan dan saling memahami peran masing-masing berlanjut sampai ke rumahnya. Tidak berhenti sampai di kegiatan ini saja,” pinta bupati.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge