0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Walikota Berharap Dewan Adat Berubah Sikap

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menuju Keraton untuk menemui Dewan Adat setelah berkoordinasi dengan Tim Lima (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo berharap Lembaga Dewan Adat bisa berubah sikap sebelum Tingalan Jumenengan di Sasana Sewaka diselenggarakan 22 April mendatang. Pasalnya, Presiden meminta Pakubuwana XIII Hangabehi sudah duduk di singgasananya di Sasana Sewaka saat ulang tahun kenaikan tahtanya itu.

“Belum ada kesepakatan. Mereka (Lembaga Dewan Adat) mau jumenengan tidak merayakan penobatan raja karena dianggap menyalahi adat. Adat apa saya juga tidak paham,” kata Rudy pertemuan dengan Lembaga Dewan Adat di Pelataran Sasana Sewaka, Kamis (6/4).

Dengan demikian, Tingalan Jumenengan Pakubuwana XIII Hangabehi bakal diselenggarakan seperti tahun-tahun sebelumnya. Lembaga Dewan Adat menggelar Tingalan Adeging Bedhaya Ketawang di Sasana Sewaka tanpa raja duduk di Singgasana, sementara Pakubuwana XIII menggelar Tingalan Jumenengan di kediamannya di Sasana Putra tanpa tari sakral yang hanya ditarikan saat Tingalan Jumenengan, tari Bedhaya Ketawang. Kendati demikian, Rudy menampik bahwa selama ini tidak ada perkembangan dalam penyelesaian konflik Keraton Surakarta.

“Sebenarnya sudah ada kemajuan. Cuma harus ada tindak lanjut. Tidak bisa berhenti di sini,” kata Rudy`

Pihak Lembaga Dewan Adat dan Tim Lima sendiri baru satu kali bertemu secara langsung di Pusat Pendidikan Topografi (Pusdiktop) Angkatan Darat, Selasa (4/4) lalu. Tim Lima meminta Lembaga Dewan Adat menyerahkan semua kunci Keraton, sementara KGPH Puger selaku Plt. Raja mengaku tidak bisa memutuskan tanpa persetujuan kerabat yang lain. Pertemuan tersebut akhirnya tidak menghasilkan kesepakatan berarti.

“Setelah ini kami rumuskan supaya bisa komunikasi antara dua belah pihak secara langsung,” kata dia.

Dalam pertemuan-pertemuan mendatang, Rudy berharap ada perkembangan yang positif. Kedua belah pihak diharapkan dapat menahan diri demi kebaikan Keraton Surakarta.

“Siapa tahu dalam waktu yang masih tersisa ada pertemuan-pertemuan lanjutan. Masih ada kemungkinan (Pakubuwana XIII duduk di singgasana),” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge