0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Australia Ditawari Investasi Tiga Bandara Indonesia

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah Australia mendapat tawaran untuk berinvestasi di tiga bandara Indonesia. Ketiga bandara itu yakni Bandara Komodo Nusa Tenggara Timur, Bandara Internasional Lombok Nusa Tenggara Barat dan Bandara Bali Utara.

“Ketiga bandara ini potensial karena letaknya dekat dengan destinasi pariwisata,” ucap Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso di Jakarta, Kamis (6/4).

Investasi di bandara ini, lanjutnya, diyakini akan menguntungkan. Sebab, lokasi wisata ini menarik untuk liburan keluarga.

“Yang datang ini, bukan ‘single tourist’ tetapi mereka membawa anggota keluarganya, ini lalu lintasnya akan terus meningkat,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan yang ditawarkan bukan hanya kerja sama pengelolaan bandara di sisi darat, misalnya, tetapi juga didorong untuk berinvestasi di kawasan sekitar bandara atau dijadikan “Airport City”, contoh yang potensial yaitu Mandalika di NTB.

“Contohnya di Nusa Dua ini, dulunya tidak ada yang melirik, begitu dikembangkan, banyak hotel banyak resort, selalu penuh bahkan untuk acara-acara internasional,” tuturnya.

Terkait Bandara Bali Baru di sebelah Utara, pihaknya telah menawarkan kepada Australia karena akan menjadi alternatif Bandara Ngurah Rai yang semakin padat.

“Ngurah Rai ini masih ‘single runway’ (landasan pacu hanya satu), jadi sulit untuk dikembangkan, karena itu kita butuh bandara baru, ini sangat menarik juga Bandara Kulon Progo,” imbuhnya.

Di samping itu, lanjut Agus, kerja sama juga akan ditingkatkan di bidang navigasi penerbangan mengingat hampir seluruh penerbangan Australia melewati ruang udara Indonesia.

“Kami akan meningkatkan pelayanan untuk menjadikan ‘seamless navigation’ (navigasi yang terjalin langsung) karena ruang udara Australia itu di bagian Selatan, melewati Indonesia,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/Airnav Indonesia) Novie Riyanto mengatakan selama 10 tahun terakhir sudah dijalin kerja sama dengan Australia terkait navigasi penerbangan.

“Selama ini kita sudah tukar-menukar informasi lalu lintas penerbangan, dan kita juga akan mengembangkan rute baru di atas Papua,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, frekuensi penerbangan Australia masih sedikit dan akan ditingkatkan ke depannya agar lebih banyak pesawat Australia masuk ke Papua.

“Bandara Jayapura ‘kan internasional jadi dari situ kita hubungkan ke Wamena dan daerah-daerah lain,” ujarnya.

[bim]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge