0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Curah Hujan Tinggi, Harga Garam Melambung

Pedagang garam di pasar (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Harga komoditas garam di pasaran melonjak cukup drastis sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan para produsen garam di berbagai daerah gagal panen.

“Jika dibanding kondisi normal sebelumnya, naiknya lebih dari 50 persen,” ujar salah satu pedagang garam, Hindarto kepada wartawan, Kamis (6/4).

Menurutnya untuk harga garam curah atau non yodium saat ini menyentuh diangka Rp 1.900 – Rp 2.200 per kilogram. Padahal sebelumnya hanya di angka Rp 600 – Rp 700 per kilogram. Sedangkan untuk garam beryodium dalam kemasan menyentuh angka Rp 9.800 per kilogram.

“Pasokan garam disini biasanya disetori oleh distributor dari berbagai daerah. Seperti Jepara dan Madura,” jelasnya.

Sementara itu, kondisi yang sama juga dirasakan pedagang lainnya. Pemilik kios Singgih, Toni menyampaikan, kenaikan harga disebabkan oleh pasokan barang yang berkurang. Selain faktor cuaca, kenaikan garam itu disinyalir karena kran impor garam dari pemerintah belum dibuka.

“Karena tingginya harga ini, penjualan kita juga turun. Jika sebelumnya seminggu bisa menjual 100 ton per minggu, sekarang hanya 75 ton saja per minggu,” tandasnya.

Menurutnya, garam yang dijual tersebut biasanya banyak digunakan untuk menyuplai kebutuhan para industri tekstil, perikanan dan kebutuhan petani di Soloraya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge