0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kopi Sehat ala Barista Septian

Barista Septian (foto: Putra)

Timlo.net – Kedai kopi bermunculan bagai jamur di musim hujan, konsep jualan pun beragam. Namun kedai kopi di Sukoharjo ini menawarkan sesuatu yang berbeda, cara ngopi dengan sehat, yang bahkan itulah yang menjadi latar belakang utama si pemilik mendirikan bisnisnya.

“Sebenarnya minum kopi itu bisa menyehatkan kalau disajikan dengan cara yang tepat. Hanya, masyarkat sekarang ini minum kopi dengan cara yang menurut saya salah,” kata pemilik Quinic Coffee, Septian Tino Pangarso, kepada Timlomagz.

Misalnya dengan teknik infusing saat menyeduh kopi setelah dibrewing, kandungan karbon di dalam kopi akan berkurang bahkan hilang. Dengan berkurangnya kadar karbon yang terperangkap di dalam biji kopi, akan menghilangkan efek kembung dan mual yang sering dikeluhkan penikmat kopi.

Berbekal pengalaman selama tiga tahun menjadi barista di sebuah coffe shop ternama di Semarang, pria asli Sukoharjo ini memutuskan membuka kedai sendiri di kawasan Jombor. Dengan ditemani sang istri, Septian membuka kedai sederhana mulai jam 17.00 Wib hingga jam 24.00 Wib.

Quinic Coffee menyajikan kopi dari seluruh Nusantara. Namun dengan layout yang lebih mirip angkringan, memungkinkan pelanggan untuk ngobrol dan berbagi informasi semua hal tentang kopi, mulai dari sejarahnya sampai segelas kopi siap saji.

“Kami menggunakan kopi lokal karena memang kopi Indonesia pada umumnya kualitasnya sudah sangat bagus. Dan dari daerah lain juga memiliki taste yanglain-lain juga, sering pelanggan kita ajak sharing dan mencoba kopi- kopi baru,” ungkapnya.

Mas Asep, begitu panggilan akrab dari para pelanggan, berniat memasyarakatkan minum kopi yang sehat dengan proses penyajian yang benar. Selain itu juga ingin mewujudkan mimpi sewaktu kecil yang sangat kepengen mempunyai kedai kopi sendiri.

“Di dalam biji kopi ada berbagai macam zat, dan yang selama ini mengakibatkan kembung dan maag kambuh adalah zat karbonnya. Jadi harus dikeluarkan dahulu melalui metode infusion, baru diseduh sesuai selera,” tegas pria yang sebelumnya tidak suka kopi hitam ini.

Namun niat baiknya itu tidak selalu mendapat respon yang baik pula dari masyarakat. Untuk merubah kebiasan ngopinya orang di Sukoharjo khusunya diakui sangat-sangat sulit sekali, sehingga belum begitu banyak orang yang bisa menikmati sajian kopi sehat ini.

Kondisi ini tidak lantas membuat barista yang tidak pelit berbagai ilmu putus asa dan berhenti di tengah jalan. Dan dari kegigiahannya dalam melawan arus kebiasaan ngopi masyarakat Sukoharjo ini, sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasil.

“Saya sering sekali ke sini, tapi jujur saya banyak nanyanya ketimbang ngopinya, karena ngopi satu porsi bisa tanya puluhan kali. Dan dari sini juga saya tahu dan mulai tertarik tentang kopi yang sehat itu tadi,” tandas salah satu pengunjung, Arvindo.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge