0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aturan Kandungan Lokal, Pemerintah Jangan Pilih Kasih

(merdeka.com)

Timlo.net – Penerapan aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di bidang manufaktur dinilai harus konsisten. Pemerintah diminta tidak menerapkan standar ganda seperti rencana investasi perusahaan teknologi Apple. Perusahaan yang memproduksi iPhone ini rencananya hanya membangun pusat riset, bukan investasi membangun pabrik di tanah air.

“Semua perlu dikembalikan ke alasan mengapa menetapkan aturan TKDN. Setidaknya ada dua alasan, pertama industri lokal bergerak untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, dan juga kemudian menyerap tenaga kerja. Ini agar jangan sampai yang menikmati ramainya bisnis ini hanya pihak asing, sementara kita hannya jadi pasar,” ujar Pengamat Multimedia, Heru Sutadi di Jakarta, Rabu (5/4).

Dia menegaskan, aturan TKDN semestinya, ditetapkan secara jelas dan berlaku bagi semua pemain. Tidak bisa, sertifikasi TKDN diberikan pada pemain telko yang baru sebatas komitmen.

“Harus jelas dan berlaku sama bagi semua pemain. Sebab ketika satu pemain diberikan kelonggaran, yang lain juga nanti minta kelonggaran,” tegasnya.

Heru menjelaskan, kalau hanya membangun pusat R&D seperti dijanjikan Apple, tidak perlu ada kewajiban TKDN. Beberapa vendor seperti Nokia, Huawei, BlackBerry sudah membangun dan kerja sama dengan seperti UI dan ITB.

“Kalau TKDN kita perlu lebih dari sekadar R&D. Karena semangat awalnya mereka, kita minta bangun pabrik,” tandasnya.

Tentu saja, jika tidak konsisten, Indonesia hanya jadi pasar dan bisa membuat pemain lain menjadi tidak nyaman karena pemerintah bisa dianggap pilih kasih. Pemain lain yang sudah investasi triliunan untuk bangun pabrik menjadi gundah.

“Pemerintah harus fair ke semua pemain. Seperti saya katakan, kalau tidak fair yang lain juga bakal mundur dan kerjakan TKDN yang minimal. Aturan TKDN harus adil bagi semua. Dan setelah itu tentunya adalah pengawasan produk yg masuk ke Indonesia harus dimonitor,” jelasnya.

Sementara itu, Pengamat telekomunikasi dari Indotelko Forum, Doni Ismanto Darwin menambahkan, meski dalam aturan TKDN ada beberapa opsi bagi produsen ponsel, mulai membangun pabrik, merancang aplikasi, hingga komitmen investasi, namun yang paling penting mengawasi aturan itu benar-benar terlaksana.

“Misal dalam kasus Apple. Kan mereka komitmen akan investasi penelitian dan ada kewajiban lain mengikuti. Misal investasi di R and D yang progresif serta beri ruang bagi aplikasi lokal. Ini harus dipantau terus jangan hanya diatas kertas,” kata Doni.

Pengawasan ketat, kata Doni, juga diberlakukan ke investor yang memilih jalur manufaktur alias membangun pabrik dan merancang aplikasi lokal. Semua itu, lanjutnya, sudah tertuang jelas di Permenperin.

“Wajib memenuhi teknis baru keluar TKDN. Dalam kasus Apple kan rada aneh. Lokasinya saja baru ketahuan kemarin di BSD, Banten, Kenapa itu iphone7 sudah dapat TKDN saja,” tegas Doni.

Dia menambahkan, cara-cara melonggarkan dan terlalu ‘luwes’ menerapkan regulasi membuat pelaku usaha lain yang kadung investasi dengan memilih bangun atau merakit di Indonesia cemburu. Untuk itu, pemerintah harus kejar Apple soal komitmen memasukkan aplikasi lokal sesuai TKDN.

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge